[fanfiction] This Time Is Over ? Molla // chapter 1

523497_3653808233058_338039015_n

siapa yang udah pernah baca ff Only Learn Bad Things sama Only One ?

yeap ini dia sequelnya.. sequel yang mungkin terakhir atau maybe bakal ada lanjutannya lagi o.o?

so don’t miss it !!

Don’t be silent readers guys =)

Author : Wilhelmina Winnie (Kim In-Young) as Kim HaeMin

Main Cast :

– Kim Hae-Min

– Lee Sandeul

– And Another cast

Genre : Romantic (maybe)

“apa ini ..!” kesalku
“kenapa mereka memberitakan berita yang salah ?” tambahku sambil terus menatap layar komputerku
“wae” Tanya Hae Ra tiba2
“sandeul B1A4 putus dengan kekasihnya ?, kau tidak benar2 putus dengannya kan ?” lanjut Tanya Hae Ra setelah membaca berita itu
“tentu saja tidak, hampir semua berita bilang seperti itu” jawabku
“jinjja ?”
“ne” jawabku lemah
“sebaiknya kau tanya pada sandeul, mungkin karna kalian tak pernah terlihat bersama lagi jadi mereka membuat berita seperti ini”
“heem, kau benar”

Sandeul POV
“sandeullie” panggil noona manager saat aku sedang membaca
“nae nona ?” jawabku lalu menutup buku ku
“apa aku mengganggumu ?”
“anio, ada apa ?”
“ada hal penting yang harus aku beritahu padamu”
“apa ?” tanyaku penasaran dan mulai seserius mungkin
“ini soal hubunganmu dengan Hae Min”
“Wae ?, aku dengan dia baik2 saja”
“aku tau.. hanya saja..” jawabnya terhenti
“wae ? apa ada yang tidak aku ketahui ?” tanyaku
“apa kau membuka internet hari ini ?”
“tidak, noona kau benar2 membuatku penasaran ada apa sebenarnya ?”
“tadi siang aku berbicara dengan presdir, dia bilang dia akan menyebarkan berita putusnya kau dengan Hae Min”
“mwoo..? nona yang benar saja kami baik2 saja”
“aku tau, tapi sebelum kau dan lainnya di debutkan seperti sekarang ini kalian sudah tandatangan kontrak untuk tidak berpacaran, dan soal taun lalu kenapa kami membuat pernyataan kau memiliki kekasih itu sungguh di luar dugaan”
“aku tau, aku juga masih ingat tapi kalau haeMin dengar hal ini dia pasti akan sangat sedih”
“sebaiknya kau cepat memberitahu dia, presdir sudah menyebarkan beritanya di internet”
“mwo..?”
“mianhae, noona tidak bisa membantu banyak” tambahnya dan melangkah pergi
“noona” panggilku
“ne ?”
“jam berapa schedule ku kosong besok ?” tanyaku
“jam 2 siang, jam 4 kita harus pergi untuk fansiging”
“gomawo..”
Sandeul POV End

Haemin Pov
DREEEEEEEEEEEEEEEEEEET
“HaeMin ah~ handphone mu berdering” seru haeRa
“ne…” Jawabku
“yeoboseo..?” sapaku
“ini aku sandeul”
“aah bebek besar ini” jawabku
“Yaaak kenapa kau memanggilku bebek besar huh ?”
“Anio tiba2 saja terfikirkan olehku .. Ada apa ?”
“Aiiis kau ini, apa kau sibuk ?”
“tidak juga aku sedang menyiapkan kamar untuk appa dan eomma minggu depan mereka akan datang”
“jinjja ? Aah sudah lama sekali aku tidak bertemu mereka”
“Heem, terakhir saat kau menahanku di aiport”
“Yaak kenapa kau terus mengingatnya ?”
“Tentu saja kalau bukan karna kau, aku pasti sudah bertemu bule disana bahkan bisa menjadikan mereka namjaku”
“Apa aku masih kurang untukmu ?”
“Wae ? Kau marah ? Ahahaha” tanyaku sambil tertawa
“Sudahlah apa kau ada waktu besok ?”
“Jam berapa ?”
“Jam 2”
“Kau ingin bertemu denganku ?”
“Nee ada yang ingin aku bicarakan”
“Baiklah dimana ?”
“Apartemenmu saja bagaimana ?”
“Baiklah, ini sudah malam apa kau masih sibuk ?” Tanyaku
“Anio, Wae ?”
“Tidurlah, aku tak mau melihatmu besok kelelahan”
“Ne annyeong”
“Annyeong” ucapku lalu mematikan telfonnya
“Aiissh aku lupa menanyakan hal itu” gumamku sesudahnya

*Esoknya*
“Hae Ra ah,, tugasnya akan aku kirim via email nanti malam”
“Ne, kau mau kemana ?”
“Aku ada urusan”
“Hati²”
“Ne” jawabku lalu pergi
Segera Aku pergi menuju rumahku tapi tiba2 sebuah mobil berhenti di depanku
Dia membuka kacanya dan tersenyum padaku
“masuklah” ujarnya, aku segera masuk kedalam
“aaaah manager oppa kau disini juga ?” tanyaku
“ne, sekalian mengantar sandeul” jawabnya
“ah, gomawo mianhae merepotkanmu oppa” ujarku
“kau sengaja menemuiku disini ?” tanyaku memulai pembicaraan kami
“ne, waeyo ?” tanya nya masih tersenyum
“ania, bukankah kau bilang kita bertemu di apartemenku saja ?”
“kita tidak jadi kesana”
“wae ? kau lupa dengan kuncinya ?”
“anio, bukan seperti itu”
“heem, lalu kita kemana ?”
“kau akan lihat nanti” jawabnya..

Susana sepi diantara kami tak ada pembicraan lagi setelah itu sampai mobil pun berhenti di sebuat tempat yang entah dimana ini, banyak pohon di sekitar kami

“hyung kau tidak apa keluar sendirian ?” tanya sandeul tiba2
“gwaenchana, aku sudah lama tidak pergi ketempat seperti ini, aku pergi sebentar kalau sudah selesai telfon aku”
“ne, gomawo hyung”
Dia pun pergi entah kemana, sekarang hanya tinggal aku dan sandeul berdua dalam mobil
“kenapa kita tidak keluar juga ?” tanyaku
“ania kita disini saja ..” jawabnya
“mwo ? wae ?? jangan macam2 , jangan melakukan hal yang aneh !” ketusku
“ahaha kau fikir aku akan melakukan apa ?” tanya nya sambil tertawa
“molla” jawabku
“aku ingat kau bilang ada yang ingin kau bicarakan ?” tanyaku
“aah soal itu..”
“apa..?” tanyaku curiga
“anio aku sudah melupakan hal itu, aku membawamu kemari karna aku merindukanmu”
“omongan macam apa itu ?” tanyaku ketus
“sungguh aku benar2 merindukanmu, kita sudah lama tak bertemu .. aah aku bahkan lupa kapan terakhir kali kita bertemu”
“kalau kau bilang seperti itu sama saja semudah itu kau melupakan aku”
“aku tidak bicara seperti itu”
“kalau kau membawaku kemari hanya untuk bilang seperti itu lebih baik kita pulang saja, bukankah kau ada jadwal sore ini..”
“ne..”
“baiklah telfon oppa dan bilang kita sudah selesai..” kataku bersemangat (author ngakak ekspresi bebek gimana wkwk)
Lalu dia mengambil handphonenya dan mulai mengetik sebuah nomor
“aaaah aku lupa..”
“wae ?” tanyanya cepat
“kemarin aku membaca di internet banyak sekali pemberitaan soal kita putus”
“kau sudah membacanya ?”
“he em, apa kita perlu bilang pada mereka kalau itu berita palsu.?”
“mwo..?” tanya nya seperti terkejut
“tidak, tidak usah melakukan itu” lanjutnya
“wae..?” tanyaku mencoba menyelidiki yang dia fikirkan
“anio, bukan apa2 itu hanya berita palsu untuk apa kita meributkannya ”
“apa ini yang ingin kau bicarakan ?” tanyaku
Dia terdiam, membisu seolah tak ingin membicarakannya lagi
“jawab aku ! apa kau membawa ku kemari untuk menyudahi hubungan kita ?” tanyaku lagi
“anio, aku tak akan melakukannya” jawabnya sambil memegang tanganku
“lalu apa ?” tanyaku sedikit kesal, dan melihat dia membisu lagi
“kau hanya diam, kau tak menjawab pertanyaanku, aku bahkan tak bisa membaca pikiranmu, apa sebenarnya maumu ?” tanyaku semakin kesal, dan dia hanya tetap terdiam seperti patung seakan tak mendengarkan aku berbicara
“kau..” gerutuku
Aku mencoba membuka pintu untuk pergi namun dia menahanku lalu memelukku sangat erat, tangannya dingin bahkan aku bisa merasakan detakan jantungnya
“kau sakit ?” tanyaku yang masih dalam pelukannya
“ani”
“lalu ?”
“aku akan menjelaskan padamu soal berita itu”
“jangan bohong lagi”
“tidak akan, kau tau aku tidak bisa berbohong kan ?”
“ne”
Dia melepaskan pelukannya dan mulai berbicara
“berita itu sebenarnya…” ujarnya terhenti
“kenapa ?” tanyaku
“berita itu aku baru tau semalam noona manager yang membertahuku”
“apa katanya ?”
“mereka memang sengaja membuatnya”
“mwo ?” tanyaku
“apa maksudnya ini ?” tambahku
“dengarkan aku dulu, kau ingat tentang awal pertemuan kita ? mereka memintamu untuk menjadi kekasih pura2 ku”
“lalu ?”
“tapi kita benar2 menjadi sepasang kekasih sekarang”
“dan kau kecewa ?”
“ania aku tidak bilang seperti itu, nonna bilang padaku berita yang di edarkan memang sengaja dibuat karna mengingat aku memiliki kontrak dengan mereka untuk tidak berpacaran”
“jadi hanya sampai disini saja ?”
“maksud mu ?”
“kau memintakku kemari untuk menyudahi semuanya ?”
“aniaaaa”
“lalu apa ?”
“kita masih bisa menjadi sepasang kekasih hanya saja tidak di ketahui orang lain”
“MWOYA ???”
“ini hanya untuk membohongi mereka saja”
“jadi ini masih berjalan ?”
“heeem”

“aaaiiish ini sama saja penipuan !!”
Aku terdiam membayangkan apa yang terjadi seterusnya
‘aaah ini benar2 membuatku gila’ gumamku dalam hati
‘ini sama saja aku menipu semua orang’ tambahku
“aku tau pasti kau sangat kecewa, kau bisa menghentikannya kalau kau mau” ujarnya membangunkan lamunanku
“gwaenchana” jawabku lalu menatapnya
“aku mengerti, aku masih bisa bertemu denganmu atau meleponmu seperti biasanya tanpa orang tau hal itu kan ? tidak cukup sulit” tambahku
“kau tidak kecewa atau marah ?” tanyanya
“awalnya, hanya saja apa aku harus sekasar itu ?”
“gomawo hae min ah..”
“ne, bebek besarku “
“yaaaak”
“wae ? telfon oppa kita harus segera pulang ini sudah jam 3”
“aah ne”
Tak lama setelah oppa datang kita pun pergi dari situ, sandeul mengantarkan aku pulang lalu dia pergi, dia bilang dia ada fansiging sore ini
‘sesulit inikah berpacaran dengan seorang artis ?’ gumamku
Aku masuk kedalam rumah dan melihat sepatu dengan aneh
“appa, eomma ..?”
“appa eomma.. apa kalian sudah pulang”
“kau kemana saja ?” tanya appa
“appa !!!” aku langsung memeluknya
“wae ?” tanyanya
“apa kau tidak merindukan anakmu ini ?”
“tentu saja aku merindukanmu”
“sejak kapan kalian pulang ? bukannya minggu depan ?” tanyaku
“perkerjaan appa mendesak jadi cepat2 kesini, kali ini kami akan sangat lama disini “
“heem baiklah aku sudah menyiapkan kamar untuk kalian”
“ternyata disini banyak makanan, jadi kita tidak perlu pergi belanja” ujar eomma
“ne, kalau aku tidak menyediakan makanan, bebek itu pasti akan sangat khawatir padaku”
“bebek ?” tanya mereka berdua
“maksudku sandeul oppa”
“aaah, aku juga ada yang ingin aku bicarakan tentang itu..”
“apa..?” tanyaku
“nanti saja setelah kita selesai makan malam” jawab appa
“ne..” jawabku mengiyakan

=.=.=

Setelah selesai makan malam appa mulai bertanya padaku
“hae-min ah aku sudah membaca soal berita kau putus dengan namja itu”
“mwo ?” tanyaku kaget
“appa jangan khawatir berita itu hanya bohong saja” lanjutku menjelaskan
“maksudmu ?”
“berita itu memang sengaja di buat, tapi kami masih bersama sampai saat ini” jawabku santai
“sengaja di buat ? aaaaah dengan dia melakukan hal ini itu sudah menunjukan ketidak seriusan akan hubungan kalian, appa tidak setuju”
“appaaaa, semua artis memang begitu mereka memiliki kontrak untuk tidak berpacaran”
“itu artinya dia lebih memilih menjadi terkenal di banding dirimu sendiri”
“appaaa” gerutuku
“ lebih baik sudahi saja hubungan kalian, yang di awali dengan kebohongan akan di akhiri dengan sangat buruk”
“appaa”
“wae ? kau mau mencintai namja seperti itu ? Hae-Min ah banyak sekali namja di korea bahkan di dunia kenapa kau hanya mau dengan dia ?”
“eomma”
“eomma, mengerti tapi appa mu benar juga”
“aiiish”
“besok rekan kerja appa akan datang kami berniat menjodohkannya denganmu,kau tau saat pertama kali melihat fotomu anaknya langsung menyukaimu”
“mwo..? aiish kalian ini” kesalku langsung pergi ke kamarku

@my room
Aku menekan nomor bebek itu tapi tak pernah ada jawaban darinya
“apa dia benar2 sibuk sampai tak bisa menjawab telfonku ?” gerutuku
Aku berkali2 menelfonnya tapi tak ada jawaban darinya
Aku baringan tubuhku d kasur empukku ku lihat mejaku
‘ah foto itu siapa yang berani masuk kamarku saat tidur dan menyimpan foto itu disitu ? kau , kau bebek namja yang selalu membuatku kesal’ gumamku sambil terus melihat foto itu
‘siapa yang memiliki bibir seperti itu ? kau juga’ gumamku lagi
“aaah aku rasa aku mulai gila” batinku
“Baru saja dia bilang itu hanya untuk pura2 masalah apa lagi ini” tambahku

*******

“hae-Min ah banguun ini sudah siang” teriak seseorang membangun aku
“ne..” jawabku
‘Aaaah pasti aku tertidur’ gumamku
Aku mengecek handphoneku tak ada pesan teks atau telfon balik darinya
Aku menyiapkan diriku untuk pergi ke kuliah
“hae-min”
“ne eomma, kau sudah siap untuk kuliah ?”
“ne, ada tugas yang harus aku selesaikan dengan hae Ra”
“oh baiklah makan dulu baru pergi arraseo ?”
“ne eomma..” jawabku

@Univ Inha
“Hae Ra ah..”
“Hae-Min wae ? kenapa kau mukamu begitu ? apa kau kurang tidur ?”
“anio, “
“lalu ?”
“appa sudah pulang” jawabku
“jinjja ?”
“ne, dan kami perang mulut”
“maksudmu ?”
“dia sudah mendengar tentang berita itu dia marah dan mau menjodohkan aku dengan rekan bisnisnya, kau tau ini benar2 membuatku stress”
“apa kau sudah bertanya pada”
“sudah”
“Hae-Min ah aku dengar kau sudah putus dengan sandeul kenapa ?” tanya seseorang yang tak lain teman kelasku
“ne, aku ingin dia lebih fokus pada pekerjaannya saja hanya itu”
“yang benar ?”
“ne” jawabku singkat
“Hae Ra aku akan menceritakannya padamu nanti”
“OK !” jawab Hae Ra

@Kantin
“soal tadi, dia sudah memberitahu kan aku kalau itu hanya untuk pura2” ujarku pelan
“lalu tentang kau di jodohkan ?”
“aku sudah menjelaskan pada appa tapi dia sama sekali tidak peduli, kau tau aku tidak bisa menolak permintaan paksa nya”
“apa namja itu sudah tau ?”
“tidak ! tidak sama sekali”
“apa kau tidak berniat memberitahunya ?”
“aku selalu mencobanya tapi dia tak pernah mengangkat telfonku”
“bukankah dia bilang berita itu hanya pura2”
“aaaah entahlah, apa……..”
“wae ?” tanya Hae Ra mengagetkanku
“apa berita itu untuk sungguhan ?”
“jangan khawatir, aku yakin dia hanya sedang sibuk”
“entahlah pikiranku sangat kacau..”
DREEEET
“appa ?” tanyaku melihat layar ponselku
“ne appa..”
“kau ada dimana ?” tanyanya
“aku ada di kantin kampus bersama Hae Ra”
“oh, jangan pulang terlalu sore, nanti malam kita akan ada tamu”
“aah ne..” jawabku lalu menutup telfonku
“Hae Ra ah aku pulang dulu..”
“kau mau kemana ?” tanyanya
“sepertinya aku akan bertemu dengan namja teman appaku.”
“heeem hati2 di jalan..”
“ne..” jawabku singkat

*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.

“aaah benar bukan dress ini cocok untukmu”
“kenapa aku harus memakai dress, bukan kah ini hanya pertemuan biasa ?” tanyaku
“penampilan pertama kali bertemu itu penting” jawab eomma
Kami pun pergi menuju sebuah retoran dimana appa sudah pesan

“aah itu dia” seru appa sambil menunjuk sebuah meja
*yang tebal pake bahas inggris*
“maaf kita sedikit terlambat” ujar appa
“tidak apa2” jawab seorang ajhussi
“mereka dari mana ?” tanyaku dalam bahasa korea pada appa
“mereka dari Belanda” jawab appa
“ooh” kataku sambil membulatkan bibirku
“ah aku sampai lupa perkenalkan ini anak ku Hae Min, kalian sudah bertemu dengan istriku sebelumnya kan ?” ujar appa memperkenalkan aku
“hi, aku Hae Min, Kim Hae Min” kataku
“ini anakku James” ucap ajhussi itu mengenalkan anaknya
Makan malam yang membosankan, namja itu selalu melihat ke arahku
‘aaah aku bahkan tak berselera makan’ gumamku dalam hati
‘kemana namja itu ? apa dia sudah mati ? sampai dia melupakan aku bahkan tak mengabariku sama sekali’ gumamku lagi
‘dan lagi suara namja dari belanda itu, itu benar2 menggelikan ingin rasanya aku teriak sekencangnya’ tambahku sambil menggigit sendok ku
“Hae Min ah, apa yang kau lakukan ?” tanya appa
“mwo ?” anio..” jawabku
Tak lama kami pun selesai dengan makan malam kami , setelah sampai di rumah aku langsung membaringkan tubuhku di tempat tidur
Hae Min Pov End
Sandeul Pov
‘sudah lama aku tak menghubungi hae min,’ gumamku aku meraih handphone ku dan baru aku sadar aku belum menghubungi dia sama sekali setelah melihat banyaknya panggilan darinya
Aku tekan nomor 2 di handphone ku agar langsung terhubung dengannya
“kenapa tidak ada jawaban ?” tanyaku
Akhirnya aku mengetik sebuah pesan teks untuknya
“Hae-Min ah, apa kau sudah tidur ?, mianhae aku baru menghubungimu sekarang aku benar2 sibuk jadwal kami sudah sangat padat semenjak comeback kami
Di tambah sebentar lagi aku akan mengikuti sebuah drama musical ini benar2 menyenangkan kalau aku performe kau harus datang ne ?
Mimpilah yang indah, sesekali kau harus memimpikan aku, bahkan setiap hari kalau perlu hehehe
Annyeong,, saranghaeyo ❤
*Bebek besarmu :D* “

“sepertinya dia sudah tidur, baiklah aku juga harus tidur “ gumamku lalu mengangkat selimutku
Sandeul Pov End
Hae Min Pov
2 minggu ini benar2 tidak ada pesan teks atau apapun tentangnya
“aku rasa ini sudah benar2 berakhir” ujarku
“baiklah junghwan- ssi jangan pernah memanggilku yeoja mu lagi arraseo ??” teriakku kesal
“Hae Min ah, apa yang kau lakukan ?” tiba2 eomma mengetuk pintu kamarku
“anio eomma” jawabku
“aku hanya frustrasi” tambahku
“mwo ?” tanyanya lagi
“anio eomma, waeyo ?” jawabku
“kau lupa harus menemani james membeli CD ?” tanyanya
“aigooo anak itu lagi -_________-“ ujarku malas
“ne eomma, aku siap2 dulu” jawabku padanya
Setelah berganti pakaian aku langsung keluar
“kau memakai baju seperi ini ?” tanya eomma saat melihatku
“wae ?”
“anio, kau hanya terlihat tomboy”
“aiish eomma, kalau memang dia mencintai aku, dia harus menerima ku apa adanya ne..?”
“baiklah hati2 di jalan..” jawabnya
‘bebek itu saja tak pernah berkomentar..’ gumamku dalam hati
“apa kau menunggu lama ?” tanyaku padanya
“tidak” jawabnya
“Kita kemana ?” Lanjut Tanyanya
“ke hotracks saja, tempat itu cukup bagus, sebenarnya tak ada tempat yang buruk” ujarku lalu mulai mengemudi

@Hotracks
“CD apa yang ingin kau beli ?” tanyaku
“entahlah aku masih belum memikirkannya” jawabnya
Aku mengelilingi tempat itu tiba2 dia menarikku
“kemarilah, adikku sangat menyukai boyband korea lagu apa yang bagus ?”
“adikmu menyukai boyband korea ?” tanyaku
“iya, dia bahkan mempelajari bahasa nya”
“kau tau sahabatku benar2 pencinta Kpop tidak semua hanya beberapa yang dia kenal sebenarnya”
“benarkah ? ajari aku beberapa bahasanya”
“kata apa ?”
“hmm cinta ?”
“saranghae..” jawabku
“Hae Min..” tiba2 seseorang memanggilku

[TO BE CONTINUE]

One thought on “[fanfiction] This Time Is Over ? Molla // chapter 1

  1. Pingback: [FANFICTION] THIS TIME IS OVER ? MOLLA // CHAPTER 5 – Last Chapter | cocoaminz

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s