[FANFICTION] THIS TIME IS OVER ? MOLLA // CHAPTER 2

523497_3653808233058_338039015_n

siapa yang udah pernah baca ff Only Learn Bad Things sama Only One ?

yeap ini dia sequelnya.. sequel yang mungkin terakhir atau maybe bakal ada lanjutannya lagi o.o?

so don’t miss it !!

Don’t be silent readers guys =)

Author : Wilhelmina Winnie (Kim In-Young) as Kim HaeMin

Main Cast :

– Kim Hae-Min

– Lee Sandeul

– And Another cast

Genre : Romantic (maybe)

[preview chap 1]

Aku mengelilingi tempat itu tiba2 dia menarikku
“kemarilah, adikku sangat menyukai boyband korea lagu apa yang bagus ?”
“adikmu menyukai boyband korea ?” tanyaku
“iya, dia bahkan mempelajari bahasa nya”
“kau tau sahabatku benar2 pencinta Kpop tidak semua hanya beberapa yang dia kenal sebenarnya”
“benarkah ? ajari aku beberapa bahasanya”
“kata apa ?”
“hmm cinta ?”
“saranghae..” jawabku
“Hae Min..” tiba2 seseorang memanggilku
Hae Min Pov End

 

Sandeul Pov
Aku baru sampai di hotracks seperti biasa kami kemari untuk mengadakan fansiging tapi . yeoja itu… siapa yang bersama dengan dia segala pertanyaan muncul dari kepalaku apa dia memang yeoja itu ? Hae Min ?
“bersiaplah setengah jam lagi kita akan mulai” ucap noona
Tapi aku pergi melihat dia
“kau mau kemana ?” tanya jinyoung hyung menahanku
“ani, aku mau pergi ke air sebentar..” jawabku
“tempat istirahat kita juga ada kenapa harus disini ?”
“hanya sebentar saja.” Jawabku lalu pergi
“saranghae” ucapnya setelah aku sampai di dekatnya
“Hae Min” ujarku masih shock dengan apa yang dia katakan tadi
“kaaaa..kaau” jawabnya seperti bena2 kaget melihatku
“apa yang kau lakukan ?” tanyaku
“apa yang kau katakan tadi ?” tanyaku lagi dengan nada tinggi
“kau mengatakan cinta pada oranglain ?” tanyaku semakin kesal
“apa maksudmu ?” tanyanya dengan nada kesal
“haaah karna dia bule jadi kau mendekatinya ? kau mencintainya ? apa aku masih kurang untukmu ?” tanyaku tak kuat menahan emosi
“berhenti mengangu kekasihku !” ucap namja itu itu sambil memukul ku hingga terjatuh
“kau tidak apa2 ?” tanya hyung manager yang tiba2 datang
“ayo kita pergi” ujar Hae Min lalu menarik namja itu
Sandeul Pov End

Hae Min Pov
“Hae Min” tiba2 seseorang memanggilku
“kaaaa..kaau” aku melihatnya kaget
‘orang yang sudah lebih dari 2 minggu kini ada di hadapanku ?’ gumamku
Ingin rasanya aku memukulinya atau menjambak rambutnya tapi
“apa yang kau lakukan ?” tanyanya
“apa yang kau katakan tadi ?” tanyanya lagi dengan nada tinggi
“kau mengatakan cinta pada oranglain ?” tanyanya semakin kesal
“apa maksudmu ?” tanyaku dengan nada tak kalah kesal
“haaah karna dia bule jadi kau mendekatinya ? kau mencintainya ? apa aku masih kurang untukmu ?” tanyanya dengan muka merah aku tau dia benar2 marah saat ini
“berhenti mengangu kekasihku !” ucap James sambil memukul nya hingga terjatuh
“kau tidak apa2 ?” tanya oppa manager yang tiba2 datang
‘untunglah oppa datang’ gumamku dalam hati
“ayo kita pergi” ujar ku lalu menarik lengan james kasar
“siapa dia ?” tanyanya
“bukan siapa2 jangan ikut campur urusan kami, dengar aku tak menyukai saat kau memukulnya” jawabku kesal
“kenapa ? kau yang akan jadi tunanganku, kita akan segera bertunangan” ucapnya
“jangan pernah mengatakan hal bodoh seperti itu ! aku bukan kekasih mu !” bentakku lalu memberhentikan mobilku dan menyuruh dia keluar
“jangan tinggalkan aku !!” teriaknya sambil mengejar mobilku

*.*.*.*.*.*.*.*.

Aku menghentikan mobilku di jalan
“kau megatakan cinta pada orang lain ?”
“aku tidak mengatakan cinta padanya aku hanya mengajarinya bahasa korea” teriakku
“aku juga tidak melakukan apa2 aku hanya menemaninya, apa aku salah ? lalu bagaimana dengan kau sendiri kau hilang dan tak memberiku kabar sama sekali” bentakku sambil menangis
Pertanyaan itu selalu terpikirkan di kepalaku
Entah berapa lama aku disini sampai suara handphone ku berdering
“Yeoboseo” jawabku
“Kau ada dimana ?” Tanyanya
“Di jalan” jawabku tak bersemangat
“Apa yang kau lakukan ? Kau meninggalkan james di tengah jalan ? Apa kau lupa dia tak tau jalan ? Beruntung appa yang menemukannya”
“Mianhae appa, tadi aku ada urusan yang tak bisa aku tinggalkan”
“Apa urusanmu lebih penting ? Cepat pulang dan hibur dia !” Bentaknya lalu mematikan telfonnya
‘Kau lihat ? Aku benar2 menderita sekarang’ gumamku
‘Aku benar2 membencimu kali ini Lee Sandeul !!’ Tambahku lalu mengendarai mobilku sekencang2 nya

“Aku pulang” ujarku
“Bersiaplah kita akan pergi makan malam bersama keluarga james” ujar appa ketus
“Ne” jawabku
Entah kenapa, aku rasa appa benar2 serius menjodohkan aku
“Hae Min ah, kalau kau jadi menikah dengan james, proyek kerja appa akan sukses” ujar appa

Aku hanya terdiam mendengarkan perkataannya yang tak penting bagiku

‘jadi dia mengggunakan ku sebagai alat proyeknya ? keterlaluan !’ gerutuku dalam hati

Sesampainya kami disana,, kami langsung memesan makanan

 

“aah sepertinya ada shooting disini” ujar ajhussi itu

“benar” jawab appa dan semua perhatian pun mengalih pada mereka termasuk aku

Ku tatap namja itu penuh kebencian, dan dia sedikit kaget melihat aku ada disini juga

Tatapannya seolah bertanya “apa yang kau lakukan ?”

DREEEEEEEEEET

Getaran handphoneku menyadarkan aku, sebuah pesan teks dari namja jelek itu

“Hae Min ah, apa yang kau lakukan disini ?”

‘apa pentingnya untukmu ?’ tanyaku dalam hati, tanpa membalas pesannya

DREEEET handphoneku lagi

“eonni ?” tanyaku kaget lalu mengangkat telfonnya

“ne eonni , waeyo ?” tanyaku

“Hae Min ah, tadi aku melihatmu disini sandeul menanyakannya tapi kau tak menjawabnya”
“aaah ne aku juga melihatnya”

“lalu namja itu ? aku ingat dia yang memukul sandeul tadi”

“soal itu, mianhae eonni”

“gwaenchana utunglah tak ada luka parah”

“hem”

“siapa dia ?”

“aku ingin sandeul sendiri yang menanyakannya langsung padaku” jawabku

“ahya ada yang ingin aku bicarakan lagi sebenarnya bisakah kita bertemu besok ?”

“dimana ?”

“di Soundwave Incheon kebetulan B1A4 mengadakan fansiging disana jadi kita ada waktu untuk bicara sebentar”

“baiklah aku akan kesana”

“jam 5 sore”

“ne..”

“sampai bertemu besok.”

“ne annyeong”

“annyeong” jawabku mengakhiri telfon kami

“hae Min ah, besok kita ada rencana untuk pergi mengerjakan proyek kami, kau bisa menemani james kan ?” tanya appa

“tapi aku dan Hae Ra ada tugas, tugas kami belum selesai dari kemarin”

“ajak saja dia”

“baiklah” jawabku pasrah

 

@Soundwave Incheon

“eoni, mianhae aku terlambat” sapaku

“gwaencahana, duduklah” jawabnya

“soal berita itu aku benar2 minta maaf”

“gwaenchana eoni..”

“tapi karna berita itu hubungan kalian jadi sedikit renggang”

“tidak juga” jawabku walapun sebenanya iya

“aah beberapa hari ini entah kenapa nafsu makan sandeul berkurang, kau tau itu ?”

“jinjja ?”

“ne, bahkan kesehatannya menurun, apa kalian ada masalah..?”

“molla”

“wae ?”

Hae Min Pov End

 

Sandeul Pov

“hyung apa kau melihat handphoneku ?” tanyaku

“ani, memangnya dimana kau menyimpannya”

“tadi aku memegangnnya tapi sekarang entah dimana”

“jinyoung hyung kau melihatnya ?” tanyaku

“sepertinya ada di noona, yang lain juga begitu” jawabnya

“aiiish, dimana dia ?”

“tadi dia bilang pergi makan di sebrang”

“baiklah aku pergi dulu”

Aku pun pergi ke tempat makan di sebrang sana

“aaah itu dia” gumamku

“noona..” sapaku

“Hae Min” tambahku kaget melihat dia disini juga

“wae ?” tanya noona, tapi aku tetap melihat Hae Min

Tiba2 seseorang memanggil hae Min

Dia pun mulai berdiri dan aku mencoba menahannya

“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu” ujarku sambil menahannya pergi

“temui aku besok di taman kemarin” jawabnya lalu pergi

Sandeul Pov End

Hae Min Pov

“noona..” terdengar suara yang aku kenal saat aku bicara dengan eoni

‘namja ini’ gumamku dalam hati

“Hae Min” ujarnya melihatku

“wae ?” tanya eoni

“Hae Min” panggil james dari jauh

Aku bangkit dari tempat dudukku untuk pergi

“ada yang ingin aku bicarakan denganmu” ujarnya menahan lenganku

“temui aku di taman kemarin” jawabku dingin mencoba tegar

‘aku rasa aku harus menyelesaikan ini semua, aku ingin meyakinkan ini sudah benar2 berakhir’ gumamku dalam hati

 

@Taman

Aku sampai di taman dimana kami sempat bertengkar aaah bukan dimana dia memberitahu soal berita itu

‘namja itu sudah datang’ gumamku dalam hati

Aku berdiri di samping nya mencoba menyadarkan kehadiranku

“kau sudah datang ?” tanyanya aku hanya terdiam

“wae ? sombong sekali tapi… aku sudah lama tak melihatmu seperti itu, omonganmu yang ketus jutex dan seperti tidak memiliki perasaan aaah sudah lama juga kita tidak bertengkar” ujarnya

‘aiiiish apa dia tidak tau aku benar2 marah saat ini ?’ tanyaku dalam hati

“ada apa ? apa yang ingin kau bicarakan ?” tanyaku dingin

“aku benar2 kesal padamu !” gerutunya

“kenapa ? apa aku melakukan yang salah ?” tanyaku tetap dingin padanya

“ne, kau tak pernah membalas pesan teks ku, kau tau ? setiap malam setelah menyelesaikan scheduleku aku mengirimi pesan tapi kau tak pernah membalasnya”

“apa maksudmu pesan ? aku tak pernah menerimanya jangan pernah berbohong !” gerutuku kesal

“sungguh aku benar2 mengirimu pesan apa kau tidak menerimanya ?” tanyanya

“apa semua pesanku tak terkirim ? tapi jelas2 tertulis terkirim” tambahnya

“terserah apa katamu, lalu apa maumu ?”

“satu lagi, siapa yang memukuliku kemarin ? apa dia saudaramu ?” tanyanya balik

“kau tau ini sudah hampir sebulan aku benar2 merindukan yeojaku sekarang” tambahnya

“huh, yeojamu ? siapa yang kau maksud dengan yeojamu ?” tanyaku ketus

“hmm Kim Hae Min, dia yeojaku” jawabnya tersenyum

“aku sudah bukan yeojamu lagi”

“apa maksudmu ?”

“kau tau aku sudah di jodohkan dengan orang lain ?” tanyaku kesal dan dia mulai bingung

“huh, jelas saja kau tak tau, bagaimana mungkin kau bisa tau, saat aku menelfonmu saja kau tak mengangkatnya” jelasku ketus

“apa ? jadi panggilan itu ?”

“yaaak panggilan itu tepat saat appa memberitahku untuk menjodohkanku”

“apa ini ? kenapa seperti ini, bukankah appa tau kau kekasihku ?” tanyanya

“dia takkan menjodohkanku kalau saja berita putus kita tidak pernah ada” jawabku kesal

“dan namja kemarin, namja yang memukulimu dia yang di jodokan denganku, kau puas sekarang ?” tambahku

“saat itu aku hanya butuh kau untuk menjelaskan apa yang terjadi, tapi kau seperti tidak perduli” tambahku lagi

“mianhae, aku benar2 tidak tau” jawabnya

“percuma, semuanya sudah berakhir” ucapku lirih

“aku akan menjelaskan pada appamu apa yang terjadi”

“kau fikir itu masih penting ?” tanyaku kesal

“aku takkan membiarkan semuanya seperti ini”

“mianhae HaeMin ah” tambahnya lalu berniat menciumku tapi aku berbalik darinya

“bagaimana kalau aku membiarkannya ? appa mungkin benar, kau tak seserius itu denganku”

“wae ?”

“kau lebih mementingkan menjadi seorang yang sangat di kenal .. hah, sepertinya dunia kita memang berbeda”

“anio, aku tidak seperti itu “

“aku tau..” jawabku lalu pergi

‘benar bukan ini sudah berakhir ? bahkan dia tidak berusaha mempertahankannya’ gumamku lalu menangis

Satu persatau air mataku terjatuh

Saat aku hendak membuka pintu mobilku , Seseorang menarik lenganku membuatku memeluknya

“aku akan mengatakannya” ujarnya

“aku akan mengatakan kalau aku benar2 serius padamu” tambahnya

“kalau saja berita itu tak pernah ada” tangisku

“mianhae, jeongmal mianhae”

“kau keterlaluan kemana saja kau sebenarnya huh ?” bentakku sambil menangis dan memukuli dadanya

Aku melepaskan pelukan kami

“kau boleh memukulku hingga kau puas” ujarnya membuatku berhenti

“kenapa ? kenapa kau selalu seperti ini ? kau selalu bersikap tak peduli padakau !” bentakku

“siapa yang tak peduli padamu ?”

“kau !”

“setiap malam aku mengirimimu pesan teks apa kau tak menerimanya ? aku bahkan menelfonmu tapi kau tidak mengangkatnya, kau fikir aku berbohong ?”

“kau tidak bohong ?” tanyaku

“kau masih belum percaya ?” tanyanya balik

“baiklah aku percaya” jawabku pasrah

Tak ada pembicaraan lagi setelah pertengkaran itu

Lalu aku mulai mengingat obrolanku dengan eoni kemarin

“apa kau makan dengan baik beberapa hari ini ?” tanyaku

“sangat baik” jawabnya sedikit dingin

“kau yakin ? tapi kau terlihat kurus”

“jinjja ? aaah kenapa noona tidak bilang padaku ya ?”

“heem benar bukan kau pasti kurang makan”

“aniaa aku makan dengan sangat baik”

“tapi yang aku dengar kesehatan mu menurun”

“mwo ? dari mana kau tau itu ?”

“ahaha ternyata benar” ujarnya tertawa kecil

“bagaimana denganmu ?” tanyanya

“tidak terlalu baik, nafsu makanku berkurang beberapa hari ini”

“wae ? apa karna masalah ini ?”

“anio, bukan hanya itu tapi karna yang lainnya juga, apa kau mau makan ?”

“aaah aku merindukan makanan bibi waktu itu”

“kita tidak akan kesana”

“wae ?”

“aku yang akan memasakanmu makanan bagaimana ?”

“baiklah..”

*kami pun sampai di sebuah tempat*

“dimana ini ?” tanya namja ini

“rumah Hae Ra” jawabku

“mwo ?”

“wae ? kau tidak mau makan ?, aku tidak mau mengajakmu pulang kerumah, eomma dan appa pasti akan marah” jawabku sambil membuka pintu

“bagaimana kau tau kunci nya ?”

“kalau aku sedang dalam masalah dulu aku sering kemari”

“aaah itu sebabnya kalian sangat dekat”

“anio, kita dekat dari kecil”

“aku tau” jawabnya

Aku pergi ke dapur dan mulai memasakkan sesuatu, sedangkan dia melihat sekitar ruangan

“disini banyak sekali foto kalian berdua” ujarnya

“apa yang kau masak ?” lanjut tanyanya

“sup” jawabku

“aaah.. biarkan aku membantumu”

‘seperti ini, seperti kami tak memiliki satu masalahpun, dia bahkan terlihat sangat senang’ gumamku

“wae ?” tanyanya melihatku aneh

“mwo ? anioo” jawabku gugup

“lusa, temui aku di dorm ne ?”

“mwo ? ada apa ?” tanyaku

“aniaa hanya ingin memintamu datang saja”

“aiiish kau ini” kesalku

“ini seperti saat itu” ujarnya

“saat itu ?” tanyaku bingung

“heem, saat aku menelfonmu dan berkata ‘kau datang ke dorm atau aku yang datang padamu haha”

“aku tidak mau melakukannya”

“tapi akhirnya kau datang” ujarnya sambil tersenyum merasa dia pemenangnya

“yaak dan kau mengacuhkan begitu saja !” kesalku

“tidak begitu, itu hanya sebuah trik ?”

“mwo trik ? aiish bebek ini”

“tapi trik itu benar2 berhasil bukan ?” tanyanya menatapku tersenyum

“terserah kau saja” acuhku

*aigoo kenapa dia menatapku seperti itu* gumamku dalam hati

Masakan kami pun siap, kami segera pindah ke meja dan mulai makan, dia makan dengan sangat lahap seperti tak pernah makan banyak sebelumnya

“wae ?” tanyanya mengagetkanku

“kau tak mau makan ?” tanyanya lagi

“apa kau belum makan sejak pagi ?” tanyaku balik

“aku sudah makan tadi pagi” jawabnya terlihat gugup

“lalu ?” tanyaku

“lalu apa ?”

“kau makan sangat lahap, kau seperti tidak makan sama sekali, pipimu bahkan terlihat kecil”

“jinjja ? aaah pasti karna aku kurang makan kemarin2”

“aaah benar bukan kau bahkan tak bisa berbohong” jawabku

Aku kembali terdiam menatap makannaku, entah apa yang akan terjadi besok atau lusa atau hari yang akan datang apa kita masih bisa seperti ini ? pikirku *Author Galau*

“aaaaaaaaaaaaaa” sebuah sendok mengampiri mulutku aku langsung melahap makanan yang ada di sendok itu

“makanlah yang banyak, aku tak mau melihat yeojaku ini jatuh sakit” ujarnya membuatku tersenyum

“arraseo, kau selalu mengatakannya padaku” jawabku lalu makan

“HaeMin ah~”

“ne ?” tanyaku

“jangan terlalu memikirkannya”

“mwo ?” tanyaku bingung

“selama ini kau selalu memikirkan masalah ini sendiri, aku tak mau melihatmu seperti itu lagi.. mulai sekarang masalah apapu kau harus memberitahukan aku, sesibuk apapun aku akan mendengarkan mu.. arraseo ?” ujarnya panjang lebar

“ne oppaaaaa~~” jawabku kembali tersenyum padanya

Setelah kami selesai makan kami segera keluar, karna oppa manager sudah menunggunya di luar..

Aku mencoba meyakinkan diriku sendiri semuanya akan baik2 saja setelah ini

Esoknya setelah pulang kuliah aku langsung pergi ke dorm B1A4

“annyeong” sapaku saat masuk, ternyata semua member sedang ada disini

“hae Min ah~ kau duduk disini”

“mwo ?” tanyaku bingung

‘apa yang akan dia lakukan’ gumamku dalam hati

Tiba2 seseorang keluar dari kamar bersamaan dengan di nyalakannya lagu 2NE1 I’m The Best membuatku tertawa terbahak

“yaaaak baro apa yang kau lakukan !!” teriakku sambil terus tertawa

Dia datang dengan dua pita di dada dan memakai topi, satu lagi dia membawa hair dryer membuatku tertawa ..

Tak lama sandeul keluar seperti santa clause

‘aigoo dia bilang, dia kekasihku ? aku bahkan malu mengatakannya..‘ gumamku

Selang beberapa detik gongchan pun keluar ini membuatku teringat saat dia berada dalam fashion show, dan saat dia membelakangiku dia menyelipkan gantungan baju di punggungnya

‘aaah jinjja, kenapa dia bisa segila ini..‘ gumamku

Sama dengan Baro dia mengambil hair dryer dan melilitkan talinya di lehernya lalu bergaya2 membuatku tak bisa menahan tawaku

Tak lama datang jinyoung oppa, dia memakai kacamata besar dan membawa sebuah keranjang

Kemudian mereka ber-empat pun berpose ria

(Author : liat detailnya disini :https://www.youtube.com/watch?v=DBalhWGGAkU )

Setelah selesai sandeul menghampiriku

“bagaimana ? apa kau senang ?” tanyanya

“oppa apa yang kau lakukan ?” tanyaku manja sambil tetap tertawa

“aku hanya ingin melihatmu seperti ini, tetap tersenyum dan tertawa seperti ini” jawabnya

“apa-apaan kau ini” ketusku, tapi dia hanya tersenyum padaku

“HaeMin ah~ aku harus bersiap sekarang” ujarnya

“arraseo, kau ada schedule bukan ?”

“kau tidak apa pulang sendiri ?” tanyanya meyakinkan ku sebelum pergi

“gwaenchana, aku sudah biasa pulang sendiri” jawabku

“oppa.. aku pulang dulu” seruku

“ne” jawab mereka

Aku sampai di rumah ‘sepertinya eomma dan appa sedang pergi keluar’ gumamku aku melihat secarik kertas di temple di pintu lemari es

“appa dan eomma pergi untuk makan malam bersama keluarga james, seharusnya kau ikut bersama kami, tapi kau tak bisa di hubungi.. kau ini memalukan kami saja !”

“apa ini ? memalukan kami saja ? yang benar saja, aku bahkan sama sekali tak menyukai bule itu” ujarku lalu meminum air segelas dan masuk kamar untuk tidur

21.00PM KST

Aku terbangun dari tidurku ada suara bsik2 di kamar sebelah sepertinya eomma dan appa sudah pulang, aku melangkahkan kakiku menuju dapur untuk mengambil segelas air

“HaeMin” terdengar suara sepintas di telingaku

“apa mereka mebicarakanku ?” tanyaku dalam hati dan mencoba mendengarkan apa yang mereka bicarakan

[TO BE CONTINUED]

One thought on “[FANFICTION] THIS TIME IS OVER ? MOLLA // CHAPTER 2

  1. Pingback: [FANFICTION] THIS TIME IS OVER ? MOLLA // CHAPTER 5 – Last Chapter | cocoaminz

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s