[FANFICTION] THIS TIME IS OVER ? MOLLA // CHAPTER 5 – Last Chapter

Part 1 Part 2 Part 3 Part 4

this time is over

Author : Wilhelmina Winnie (Kim In-Young) as Kim HaeMin

Main Cast :
– Kim Hae-Min
– Lee Sandeul
– And Another cast

Genre : Romantic (maybe)

This is the last part sequel of Only One 😀
for those who not yet read Only one you can klik this link here

This Time Is Over ? Molla.. last part
don’t be silent readers guys 🙂

[Preview part 4]

“bagiku tak ada alasan untuk mencintai seseorang, kalau kau mencintai seseorag karna dia cantik apa kecantikan itu abadi ? tidak bukan ? begitu juga denganmu, aku mencintaimu dengan apa yang ada padamu, caramu memperlakukanku, saat orang lain seperti seorang idola, kau meneriaku .. kau ingat saat awal pertemuan kita ? aku bahkan masih merasakan detakan jantung saat pertama kali aku bertemu denganmu.. kau bilang kau bukan yeoja idaman seorang namja, hanya namja bodoh yang berfikir seperti itu..“ tambahku panjang lebar

“bagaimana denganmu ?“ tanyaku

“aku.. aku tak mencintaimu“ jawabnya mebuatku kesal

Part 5 – LAST PART

“aku.. aku tak mencintaimu“ jawabnya mebuatku kesal

“mwo ?? bagaimana mungkin ? kita sudah satu tahun bersama ! apa kau benar2 membenciku sampai bersikap seperti itu ?“ tanyanku menggurutu

“tidak, tapi aku memang tak pernah mencintaimu“

“jangan bohong !!“ bentakku

“baiklah, aku takkan berbohong, aku memang pernah mencintaimu tapi perasaan itu hilang begitu saja..“

“aku akan membuatmu kembali mencintaiku lagi.. bagaimanapun caranya ..kau dengar ?“ tanyanya lalu kembali memeluknya

Hari ini HaeMin keluar dari rumah sakit, karna aku ada schedule jadi aku meminta noona manager yang mengantarkannya pulang

“noona, kau harus mengantarkannya ke rumah sampai dia masuk kamar ne ?“ pinta ku

“kau fikir aku ini anak kecil ?“ tanyanya kesal

“tidak, tapi aku ingin benar2 memastikanmu sampai ke rumahmu dengan selamat, dan ingat kau harus makan yang banyak kalau kau tak melakukanya aku akan benar2 marah kali ini“

“jangan menakutiku. Kau bahkan tak punya tampang pemarah..“

“aah jinjja kau ini..“

“sandeuli.. pergilah aku harus mengantarkannya pulang..“ ujar eonni

“ne noona.. hati2 di jalan“ jawabku sambil melambaikan tanganku

’’ahya cincinnya..“ ucapku teringat akan kejadian tadi

Segera aku ke kamar HaeMin tadi , Untunglah cincin itu masih disana aku megambilnya dan langsung pergi menuju tempat drama musikal ku

Sandeul Pov End

HaeMin Pov

Esoknya

“aaah wangi sekali, siapa yang memasak hingga tercium sampai sini ?“ tanyaku

Aku bangkit dari tempat tidurku yang empuk, seperti biasa aku pergi keluar untuk mengambil minum

Ini seperti sebelumnya, namja itu melakukan hal ini kalau aku sedang tak sehat ingin sekali aku memeluknya tapi aku tak bisa aku mengambil gelas minumku dan mengampirinya tepat di belakangnya

“apa yang kau lakukan ?“ tanyaku ketus

“kau sudah bangun ?“ tanyanya tersemyum manis

Aku memalingkan wajahku dan duduk di meja makan,

‘pasti dia akan membelai rambutku lagi, itu yang selalu dia lakukan.. makannya aku segera duduk‘ gumamku

“kau masih membenci pisau ?“ seruku dan dia terdiam sebentar

“iya“ jawabnya singkat

“bagaimana bisa kau memasak kalau kau masih takut suara asahan pisau ?“ tayaku sedikit meledeknya

“sudah selesai, makanlah“ ujarnya tanpa menjawab pertanyaanku

“ahya, aku sudah menyiapkan banyak makanan di kulkasmu, kau harus lebih memperhatikan kesehatanmu sekarang.. aku ada shooting dan pergi keluar negri beberapa hari ini, jadi aku tidak bisa datang setiap hari untuk memasakkanmu makanan“ ujarnya

“ahya aku ingat, aku sudah memesan makanan ke beberapa restoran mereka akan mengantarkan makanan stiap pagi, siang dan malam untuk setiap hari“

“aku tak membutuhkannya“ jawabku

“kau membutuhkannya, setidaknya aku tau kau makan dengan baik“

“kau kira aku ini bayi huh ?“

“kau yeojaku, aku tak mau melihatmu sakit atau jatuh pingsan seperti kemarin..“

“itu karna kau !“

“maka dari itu, aku melakukan hal ini..“

“aku sudah selesai, kau habiskan makananmu, aku harus pergi..“ ucapnya

“annyeong..“ tambahnya lalu mengecup pipiku lembut dan pergi

“aaaah pasti mukaku memerakh sekarang !!“ gerutuku setelah dia pergi

“apa yang dia lakukan menciumku seperti itu“ tambahku

Aku mengecek lemari es ku, benar saja apa yang dia katakan banyak persediaan makanan disana

“seharusnya dia tak perlu memesan makanan di restoran“ gumamku

Aku segera mandi dan pergi berangkat untuk kuliah

*.*.*.*.*

“HaeMin !!!“ seru HaeRa

“HaeRa“ jawabku tersenyum

“bagaimana abarmu ? apa lau sudah membaik ?“ tanyanya

“aku tidak sakit, aku hanya kelelahan..“ jawabku

“lebih tepatnya kau banyak pikiran..“ tambahnya

Aku hanya tertawa mengiyakan

“bagaimana hubungan kalian ?“ tanyanya

“biasa saja, aku sedang menyusun rencana..“ jawabku

“rencana apa ?“

“aku tak mau dia melakukan hal bodoh seperti kemarin lagi“

“maksudmu ?“

“seperti semacam tes, aku ingin tau seberapa serius dia denganku,“

“yaaaaakk“ teriaknya

“wae ?“ tanyaku

“apa kau tak tau, WM sudah menjelaskan kalau hubungan kalian masih berjalan ?“

“mwo ?“ tanyaku

“kau tak tau ? bagaimana bisa kau tak update tentang hal seperti itu ?, dan lagi aku sudah berbicara dengan manager oppa, mereka menjelaskan itu karna melihat keadaan sandeul.. buktinya setelah kalian bersama lagi dia terlihat sangat bahagia.. apa kau tak senang melihatnya seperti itu ?“ jelasnya

“aku fikir anak itu berbohong..“ jawabku

“siapa ?“

“saat di rumah sakit, sandeul dan lainnya membuat sebuah pertunjukkan kecil, ada anak kecil disana, dia juga berkata seperti yang kau katakan tapi aku tak percaya..“ jawabku

“aah soal itu juga kalian masuk dalam pemberitaan, dan mukamu kau lucu sekali hahaha“ tawanya

“apa ? apa yang lucu ?“ tanyaku

“saat tanganmu di cium oleh sandeul, aigoo apa kau harus se-jutex itu ?“

“jinjja ? itu terekam ? aaah kalau tau seperti ini aku tyakkan menontonnya“ jawabku menyesal

DREEET DREET

Sebuah pesan masuk di handhoneku

“cepat pulang, makananmu sudah sampai di rumah, bukankah kau sedang tak ada jadwal kuliah ?

Namjamu-“

 

“HaeRa ah, aku pulang dulu..“

“ne, aaah tunggu, bersikaplah lebih baik padanya“ ujarnya

“akan aku fikirkan..“ jawabku lalu pergi

Akhirnya aku sampai di rumah, ternyata sandeul sudah ada disana,

“kenapa kau kemari ?“ tanyaku

“memastikan kau makan dengan baik..“

“kau fikir aku takkan makan ?“ tanyaku ketus

“sore ini aku akan pergi jepang“ jawabnya dan aku hanya diam

“ahya, aku teringat saat kemarin di rumah sakit aku bertemu dengan seorang BANA“ ujarku

“jinjja ?“

“ne, dia masih kecil aku fikir dia masih berumur 5tahun.. dia memberikanmu sebuah pesan.. “

“ katanya : kau harus menjagaku dengan sangat baik, kalau tidak dia tidak mau menjadi fansnya lagi“ tambahku mantap

“HAHAHA, siapa , siapa namanya ?“ tanyanya sambil tertawa

“Lee Hyeo Ri“ jawabku dan dia tertawa semakin keras

“YAAAAAAAAAAAK bisakah kau berhenti !! kenapa kau tertawa seperti itu..“ gerutuku kesal

“dia keponakanku, apa aku belum pernah menceritakannya ? dia memang sedang di sana kemarin..“ jawabnya

“apa dia sakit ?“ tanyaku

“ania, dia hanya memeriksakan giginya“

“aah“ jawabku lega

“HaeMin ah~ aku harus pergi sekarang, ingat kau harus makan dengan baik..“ ujarnya mencium pipiku lagi lalu pergi

“YAAAAK jinjjaa.. kenapa dia melakukannya lagi !!“ gerutuku kesal

Sudah beberapa hari ini bebek itu tak muncul di hadapanku,memang benar dia sangat sibuk sekarang ini…

Setiap hari aku menerima kiriman makanan darinya, dan telfon dan pesan darinya memastikanku makan dengan baik, walau aku tak pernah menggubrisnya sama sekali

“aah jinjja, tak seharusnya kau memperlakukanku seperti orang sakit“ gerutuku kesal

Seminggu dua minggu .. ‘aah bagus dia benar2 tak muncul di hadapanku‘ gumamku

Aku merindukannya ? iya aku merindukannya sangat merindukannya, siapa yang selalu memperlakukanku seperti anak kecil ? dia, bahkan aku selalu berfikir aku seperti memiliki namja anak kecil tapi nyatanya sifatnya saja yang begitu

Hari sudah larut aku segera pergi ke kamarku lalu tidur

Esoknya aku mendengar suara sebuah alarm

‘aaaah dari mana muncul suara itu !!!‘ gerutuku

“aku tak pernah memasang alarm..“ jeritku terganggu oleh suara itu, segera aku bangkit dari tempat tidurku dan mengambil air untuk minum, lalu aku kembali lagi ke kamarku untuk mandi, setelah selesai aku mengambil tasku untuk pergi

“ciih foto itu..“ gerutuku kesal

“mana janjimu ?“ tanyaku kesal menatap foto itu

“ehem ada yang aneh dengan foto itu“ ujarku

aku melihatnya lebih dekat, benar saja ada sebuah surat di bawahnya, aku mengambil surat itu dan mulai membacanya

“HaeMin ah~ malam ini aku sengaja datang ke rumahmu, aku fikir kau belum tidur,

mianhae, aku tak sanggup membangunkanmu..

aku baru pulang dari jepang tadi, dan langsung kemari..

2 minggu ini aku benar2 sibuk sampai tak bisa datang menemuimu

saat aku melihatmu terbesit dalam fikiranku, kenangan kita dulu saat kau memarahiku, saat pertama kali aku bertemu denganmu, aku bahkan sangat inngat, kau tak menyukai keramaian, makannya aku selalu meminta pada wartawan untuk jangan meliput kita berdua .

aku masih mengingatnya bukan ? kkkk

aaah aku benar2 tak bisa melupakan itu semua..

dan soal masalah kemarin, itu benar2 sebuah pukulan untukku membuatmu bahkan tak mau berbicara denganku, acuh seakan kau tak mau melihatku lagi“

“siapa bilang ?“ jawabku lalu melanjutkan membaca

“beberapa hari ini aku mulai memikirkan hubungan kita yang tak kunjung membaik.. aku bahkan pernah berfikir untuk menyudahinya saja kalau kau sudah enggan denganku.. tapi aku tak bisa mengatakannya..“

“apa aku belum bilang ? aku masih mencintaimu“ tanyaku menatap kertas ini

“kau tak pernah mengatakan, kau memaafkanku atau kau masih mencintaiku..“

“jinjja ? aaah minhae oppa, sarang.. ah aku akan mengatakannya nanti..“ ucapku

“ aaah.. HaeMin ah~ besok pagi jam 8 aku akan pergi ke guangzhou,

temui aku kalau kau memang masih mencintaiku ..

kalau kau tak menemuiku sampai aku naik pesawat aku anggap hubungan kita sudah berakhir..

Lee Sandeul- “

Segera aku berlari pergi menuju airport untuk menemuinya

“namja paboya !!! aku takkan membiarkanmu pergi seenaknya !!“ teriakku dan mengendarai mobilku secepat mungkin

“mana janjimu ? kau hanya memberiku makan 3 kali sehari kau fikir itu cukup untuk permintaan maafmu ? membuatku jatuh pingsan setelah aku menemuimu aku pastikan kau tak akan bisa pergi lagi dariku !“ bentakku

“sekarang jam 8.55 apa masih mungkin aku bisa menemuinya ?“ tanya ku

Setelah sampai tanpa memparkirkan mobilku dulu aku segera masuk kedalam

‘kenapa sepi sekali ?‘ tanyaku

‘apa mereka sudah pergi ? tidak mungkin dia bilang jam 8 tepat ..‘ tambahku

‘apa.. apa jangan2 dia sudah masuk ke dalam ?‘ lanjut tanyaku

Segera aku menuju tempat masuk menuju pesawat arah guangzhou

“aggashi, mana tiketmu..“ tanya seorang petugas

“tiket ? kau fikir aku akan pergi ke guangzhou ?“ bentakku

“kalau kau tak mau ke guangzhou untuk apa kau mau masuk ke dalam“

“untuk menemui kekasihku..“ jawabku kesal

“tidak bisa, kalau kau mau menemuinya suruh saja dia kesini..“

“MWOO ?? PETUGAS MACAM APA KAU ITU HUH ???!!“ teriakku lalu menginjak kakinya dan masuk ke dalam

‘itu dia..‘ batinku segera aku lari menuju sandeul dan menariknya

“HaeMin..“ ujarnya kaget melihatku

Aku menamparnya pelan seakan aku benar2 marah padanya

“kau itu bodoh atau apa huh ?“ bentakku sedang member lain hanya terdiam

“aku takkan bisa memaafkanmu atau bilang aku mencintaimu kalau memutuskanku seperti ini..“ tambahku dengan nada pelan di akhir

“aku takkan kembali padamu semudah itu..“ jawabnya

“mwo ?“ tanyaku tak menyangka dia akan mengatakan hal itu

2 orang pengawas dan beberapa wartawan memperhatikan kita

“lihat, kau bahkan melepas cincin yang aku berikan padamu..“

‘ciih kenapa aku bisa lupa, cincin itu aku membuangnya di rumah sakit waktu itu..‘ gumamku

“aku membuangnya, kau ingat kan ?“ jawabku

“aku tau..“

“lihat ini..“ tambahnya

Dia menunjukkan sebuah kalung yang aku pakai berbarengan dengan cincinnya, tapi kali ini cincin dan kalungnya terpisah..

“berikan padaku dan semuaya selesai..“ jawabku

“tidak..“ ucapnya

“huh .. kenapa ? kau ingin menyudahinya ?“

“tidak“

“lalu ?“

“mana yang kau pilih ? cincinnya atau kalungnya ? atau keduanya ?“ tanyanya

“pertanyaan bodoh apa itu ?“ tanyaku kesal

“pilih saja..“ jawabnya

Tanpa menunggu lama aku mengambil kalungnya

“kau..“ ujarnya

Lalu aku melempar kalung itu ke tong sampah (?) dan aku mengambil cincinnya itu lalu memakainnya

“aku memilih cincinnya“ jawabku

“kenapa ?“ tanyanya

“kalau aku memilih kalungnya saja atau keduanya, aku akan membuangmu seperti aku membuang kalung itu.. tapi.. “ jawabku terhenti

“tapi ..?“

“tapi… kalau aku memilih cincin darimu, akan sulit bagiku untuk melepaskanmu..“ jawabku

Dia hanya tersenyum tipis melihatku

“kenapa ? apa aku salah ?“ tanyaku

“ania.. kau melakukan hal yang sama denganku..“ jawabnya sambil memperlihatkan cincinnya yang sudah ada di jarinya

“saranghae, HaeMin ah~“ lanjutnya lalu mencium keningku

“kajja, ayo kita pulang..“ ujarnya kami pun pergi bersama member B1A4 lainnya

Sedang mobilku eonni manager yang mengurusnya

@mobil B1A4

“aaah aku fikir kau tak akan datang..“ ujar sandeul

“bukankah kau sendiri yang bilang, aku harus datang kalau aku masih mencintaimu..“ jawabku

“kenapa ? berikan aku sebuah alasan kenapa kau mencintaiku.. bukankah kau bilang kau tak mencintaiku..“

“aaah itu sebabnya aku mencintaimu..“

“apa ? aku tak mengerti..“ tanyanya

“karna kau namja paboya..“ jawabku

“yaaaak aku tak bodoh..!!“ teriaknya dan membuat semua orang tertawa

“aah bagaimana kau tau kalau kau tak bodoh.. aah coba kau fikir saat aku menamparmu atau memarahimu kau hanya bersikap tenang dan melupakan semuanya, sedangkan namja lain mereka akan marah akan hal itu..“

“aku tak bisa melakukan hal itu..“ jawabnya

“benar, kau bahkan tak bisa marah padaku..hahaha “ tambahku di iringi tertawa

“aaah !!“ seruku

“wae wae wae ??“ tanya sandeul

“bukankah kau bilang kau akan pergi ke guangzhou ?“ tanyaku dan semua orang tertawa

“apa ? kenapa kalian tertawa ?“ tanyaku ketus

“jadi begini..“ jawab sandeul

HaeMin Pov End

FLASH BACK

Sandeul Pov

Aku sudah kembali dari jepang, aku ingat aku masih belum mengembalikan cincin ini pada HaeMin

Ada yang harus aku lakukan dengan cincin ini..

Aku menemui noona manager dan para member lain untuk menyusun rencana

“apa ? kau yakin ?“ tanya noona manager

“bagaimana kalau HaeMin tak datang ke airport ?“ tanya cnu hyung

“aku yakin dia apsti datang..“ jawabku mantap

“dengan sikapnya seperti itu aku tak yakin..“ ujar gongchan

“benar, lagi pula kalau dia tak datang kau sama saja menginginkan kalian putus..“ tambah jinyoung hyung

“hyung kenapa kau mengatakan hal itu..“ jawabku

“bukankah kau sendiri yang mengatakan kalau kau akan membuat surat seperti itu ?“ tanya jinyoung hyung

“ne..“ jawabku

“aku yakin..“ jawabku mantap

“baiklah kami akan membantumu..“ ucap jinyoung yung

“tapi.. bagaimana kalau kalian benar2 putus ?“ tanya baro jail

“YAAAAAK CHA SUN WOO !“ teriakku frustasi

“baiklah, soal wartawan palsu, noona yang akan mengurusnya..“ jawab noona

“aaaa noona, aku sangat bahagia memiliki manager sepertimu..“ jawabku sambil melakukan aegyeo

“jangan lakukan itu, itu benar2 tak lucu..“ jawabnya sambil tertawa

Malamnya aku pergi ke rumah HaeMin sambil membawa surat itu..

“untunglah dia sudah tertidur..“ gumamku dalam hati segera aku menyimpan surat itu di dekat foto kita berdua

“kau harus datang arraseo ?!“ bisikku pelan lau mengecup pipinya sebentar

Sebelum aku pulang aku memeriksa kulkasnya dan isinya

“untunglah dia benar2 makan..“ gumamku

Setelah selesai aku pun pulang, bersiap untuk besok

Esoknya

@Airport

Noona, sudah mempersiapkan semuanya termasuk airport ini kkk

Tak lupa pengawas yang berada di depan sana juga termasuk pengawas palsu

Aku hanya tersenyum melihat apa yang akan terjadi nanti

“sandeul, semuanya sudah siap jadi kita tunggu disini saja ?“ tanya noona

“ne, jawabku..“

“bagaimana kalau dia tak datang..“ ucap baro jail

“ANDWEEEE dia pasti datang aku yakin..“ jawabku

‘HaeMin ah~ kau harus datang..‘ batinku

“seorang yeoja datang terburu2..“ ucap satpam palsu itu dari telfon

“aku rasa itu HaeMin, kalian sudah siap ?“ tanyaku

“ne..“ jawab mereka pelan

Kami pun mulai beracting seakan kami sedang di wawancara

Tiba2 seseorang menarik lenganku

“HaeMin..“ ujarku pura2 kaget melihatnya

Dia menamparku pelan, tapi aku hanya terdiam

“kau itu bodoh atau apa huh ?“ bentaknya

“aku takkan bisa memaafkanmu atau bilang aku mencintaimu kalau memutuskanku seperti ini..“ lanjutnya

“aku takkan kembali padamu semudah itu..“ jawabku bersikap biasa

“mwo ?“ tanyanya

“lihat, kau bahkan melepas cincin yang aku berikan padamu..“ ujarku

“aku membuangnya, kau ingat kan ?“ jawabnya

“aku tau..“

“lihat ini..“ tambahku

Aku mengeluarkan kalung dan cincinnya, tapi kali ini cincin dan kalungnya sengaja terpisah..

“berikan padaku dan semuaya selesai..“ ujarnya

‘aku bahkan belum mengatakan apapun padanya‘ gumamku dalam hati

“tidak..“ jawabku

“huh .. kenapa ? kau ingin menyudahinya ?“ tanyanya kesal

“tidak“ jawabku stabil

“lalu ?“

“mana yang kau pilih ? cincinnya atau kalungnya ? atau keduanya ?“ tanyaku

“pertanyaan bodoh apa itu ?“ tanyanya semakin kesal

“pilih saja..“ jawabku

Tanpa menunggu lama dia mengambil kalungnya

“kau..“ ujarku benar2 terkejut

‘kau seharusnya mengambil cincinnya‘ gumamku dalam hati

Tapi dia melempar kalung itu ke tempat sampah dan dia mengambil cincinnya itu lalu memakainnya

“aku memilih cincinnya“ jawabnya

“kenapa ?“ tanyaku

“kalau aku memilih kalungnya saja atau keduanya, aku akan membuangmu seperti aku membuang kalung itu.. tapi.. “ jawabnya terhenti

“tapi ..?“ tanyaku

“tapi… kalau aku memilih cincin darimu, akan sulit bagiku untuk melepaskanmu..“ jawabnya membuatu senang

“kenapa ? apa aku salah ?“ tanyanya

“ania.. kau melakukan hal yang sama denganku..“ jawabku sambil memperlihatkan cincinku yang sudah aku pakai

“saranghae, HaeMin ah~“ lanjutku lalu mencium keningnya

Sandeul Pov End

Author Pov

“YAAAAAK jadi kau menipuku lagi ???“ teriak HaeMin dan semua orang tertawa

“benar bukan HaeMin lebih pintar dari sandeul“ ujar Baro

“benar, HaeMin selalu seperti itu“ tambah jinyoung

“dan sesudah HaeMin tau, mereka selalu bertengkar..“ tambah gongchan dan semua orang tertawa

Hanya sandeul dan HaeMin yang masih perang mulut

“kenapa kau senang sekali menipuku ??“ bentak HaeMin

“aku tidak menipumu !“ jawab sandeul

“lalu apayang kalu lakukan ?“ tanya HaeMin semakin meninggi

“aku hanya mencoba membuatmu kembali padaku..“ jawab sandeul

“kalau aku tak melakukan ini, hubungan kita akan tetap menggantung bukan ?“ lanjut sandeul

“bagaimanapun kau tetap salah !!“ teriak HaeMin tak terima

Esoknya, HaeMin dan Sandeul memiliki Candle Light Dinner di Namsan Tower

“aaah kenapa kau membawaku kemari ?“ tanya HaeMin sambil memanyunkan bibirnya

“kenapa ? kau tak suka ?“ tanya sandeul

“anioo, ini terlalu bagus“ jawab HaeMin membuat sandeul tersenyum

“kenapa kau seperti itu, aku tak pernah melakukan hal ini, jadi biarkan aku membuatmu bahagia..“ ujar sandeul

“aku akan bahagia asal aku selalu bersamamu..“ jawab HaeMin polos

“aah sejak kapan yeojaku ini bisa mengatakan hal semanis itu..“ ucap sandeul tersenyum jail

“yaaak“ gerutu HaeMin

“duduklah..“ ujar sandeul

“kau cantik sekali..“ tambah sandeul sambil melihat HaeMin lembut

“kenapa kau mengatakan hal seperti itu ? apa karna aku memakai mini dress jadi kau mengatakannya ?“ tanya HaeMin sedikit kesal

“aniaaa.. aku mengatakannya karna kau selalu terlihat cantik..“ jawab sandeul

“ohya, apa kau pernah melihat bintang dari sini..“ ujar sandeul

“belum..“ jawab HaeMin

“kemarilah..“ ajak sandeul menuju sebuah teropong

“indah sekali..“ ucap sandeul sambil melihat bintang lewat teropong

“kau ingin mencobanya ?“ tanya sandeul

“heem..“ jawab HaeMin lalu mencobanya

“apa itu ? kenapa ada bentuk hati ?“ tanya HaeMin lalu melepaskan pandangannya

“yaaak Lee Junghwan..“ jerit HaeMin melihat ulah namjanya itu

“kau lihat kalung ini baik2“ ujar Sandeul

“apa ? ini hanya kalung bentuk bintang dan ada hatinya“ jawab HaeMin polos

“aniaa.. kalung ini pasangan dari cincin yang kita pakai, di sini terdapat tulisan H ❤ J, apa kau belum melihat cincin mu dengan jelas ?“ jelas sandeul

“apa..? memangnya di cincin ini juga ada ?“ tanya HaeMin lalu melihat cincinnya

“aaah ini dia, tapi kenapa H ❤ J ? bukan H ❤ S ?“ tanya HaeMin

“J untuk Junghwan, apa kau tak mengerti..?“ tanya sandeul

“aaah arraseo..“ jawab HaeMin tersenyum manis

Lalu Sandeul memasangkan kalung itu di leher HaeMin

“oppa..“ ujar HaeMin

“ne ?“tanya sandeul

“mianhae, aku benar2 kasar padamu “ jawab HaeMin

“aniaa, kau yang selalu sakit hati karna ulahku..“ ucap sandeul

“sebenarnya aku sudah memaafkanmu tentang hal itu..“ ujar HaeMin

“jangan bahas hal itu lagi.. aku tak mau memikirkannya atau mengingatnya lagi“ jawab sandeul

“tapi aku belum menjelaskan soal pernikahan itu..“ tambah HaeMin

“aku tau soal itu“jawab sandeul

“kau tau juga tentang James Namja brengsek itu ?“ tanya HaeMin

“mwo ?“ tanya sandeul bingung

“saat di rumah sakit ayah james datang padaku, ternyata james sudah menikah, tidak.. bahkan dia memiliki anak di luar nikah..“ jelasku

“jinjja..?“ tanya sandeul

“heem, sebenarnya tanpa kau datang ayah james pasti akan membatalkannya, karna dia juga baru tau soal itu dari orang suruhannya“ jawab HaeMin

“aaah aku lega, aku tak terlambat membawamu kembali ke pelukanku..“ ujar sandeul tersenyum bahagia

“Lee Junghwan..“ panggil HaeMin

“ne ?“ tanya sandeul menatap HaeMin

“saranghaeyo oppa..“ tambah HaeMin lalu memeluk sandeul

“Nado saranghaeyo Kim HaeMin..“ jawab sandeul

“jeongmal saranghaeyo..“ tambahnya dan mereka pun berciuman di bawah bintang

END_

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s