[FANFICTION] THIS TIME IS OVER ? MOLLA // CHAPTER 3

523497_3653808233058_338039015_n

siapa yang udah pernah baca ff Only Learn Bad Things sama Only One ?

yeap ini dia sequelnya.. sequel yang mungkin terakhir atau maybe bakal ada lanjutannya lagi o.o?

so don’t miss it !!

Don’t be silent readers guys =)

Author : Wilhelmina Winnie (Kim In-Young) as Kim HaeMin

Main Cast :

– Kim Hae-Min

– Lee Sandeul

– And Another cast

Genre : Romantic (maybe)

[preview chap 2]

21.00PM KST

Aku terbangun dari tidurku ada suara bsik2 di kamar sebelah sepertinya eomma dan appa sudah pulang, aku melangkahkan kakiku menuju dapur untuk mengambil segelas air

“HaeMin” terdengar suara sepintas di telingaku

“apa mereka mebicarakanku ?” tanyaku dalam hati dan mencoba mendengarkan apa yang mereka bicarakan

CHAPTER 3

“kau dengar apa kami katakan tadi ? kami berenacana untuk segera menikahkan HaeMin dengan James”

“kau harus mengatakannya dulu pada HaeMin” jawab eomma

“aku akan mengatakanya tapi mau tidak mau dia harus melakukannya”

“kau yakin dia akan melakukannya ? dia masih memiliki sandeul”

“bocah itu, aku yakin dia tak seserius itu denga HaeMin, lagi pula apa kau ingat dulu dia selalu bilang ingin menjadi kekasih dari luar negri ?”

“itu sudah lama terjadi, selama ini yang ku lihat saat dia bersama sandeul dia terlihat sangat bahagia”

“kau fikir dia akan sangat bahagia dengan hubungan seperti itu ? mengatakan pada semua orang kalau dia sudah putus tapi sebenarnya tidak ?”

“apa kau fikir dia akan bahagia dengan james ?”

“tentu saja” jawab appa yakin

“besok aku akan mengatakannya pada HaeMin kalau bisa minggu depan juga mereka kita nikahkan”

“satu hal lagi, kau harus selalu ingat untuk memeriksa pesan masuk dari sandeul atau mereject telfon darinya sebelum HaeMin membacanya“ tambah appa

“jadiiiii, appa yang melakukan semua ini ?“ tanyaku kecewa atas perlakuannya

Aku pergi masuk ke kamar dan menekan nomor yang sangat aku hafal

“yeoboseo ?” tanyanya

“bawa aku pergi” ujarku lirih

“mwo ?” tanyanya dengan nada bingung

“wae ?” tanyaku sedikit menggerutu

“aniaa, aku hanya..”

“Wae ? kau tidak bisa ?” tanyaku memperjelas

“kau sedang sibuk dengan pekerjaanmu ?” tambahku

“kalau begitu kita akhiri saja semua sekarang” ucapku mengakhiri pembicaraan

Aku membuka Sim Card ku dan melemparkannya ke sembarang tempat

HaeMin Pov End

 

Sandeul Pov

Aku melangkah menuju tempat fansiging sebelum di mulai

KRIIIIIIIIIIING *ceritanya suara hp*

“yeoboseo ?” tanyaku

“bawa aku pergi” jawabnya dengan sedih

“mwo ? tanyaku bingung

“wae ?” tanyanya sedikit kesal

“aniaa aku hanya..”

“wae ? kau tidak bisa ?” tanyanya lagi

“kau sedang sibuk dengan pekerjaanmu ?” tambahnya

Baru saja aku akan menjelaskan tapi..

“kalau begitu kita akhiri saja semuanya sekarang” tambahnya lagi

“MWOYA ???” teriakku kaget tapi telfonnya sudah putus

“wae ?” Tanya noona

“haemin menelfonku dia memintaku untuk membawanya pergi, baru saja aku akan menjelaskan aku sedang fansigning tp dia bilang kita putus saja” jelasku

Lalu mencoba menghubunginya lagi tapi dia tak mengaktifkan telfonnya

“assshh jinjja”

“apa kau tak bisa menghubunginya ?”

“handphonenya tak aktif” jawabku

“sebaiknya kau cepat bersiap aku yang akan menghubunginya” ujar noona lalu aku segera pergi

3 hari ini aku tetap menghubunginya tapi tetap handphonenya tak aktif

“YAAAAK KIM HAE MIN, kau benar2 membuatku gila !!” teriakku membuat semua orang kaget termasuk para member

“apa kau masih sulit menghubunginya ?” Tanya jinyoung hyung

“ne” jawabku lemah

“kenapa kau tak coba ke rumahnya” usul cnu hyung

“aaah bahkan aku tak memikirkan hal itu, tapi apa tak apa2 ?” tanyaku

“mungkin dia sedang butuh waktu untuk sendiri” ujar baro

“hyung, apa kau melakukan kesalahan padanya ?” Tanya gongchan

“anio” jawabku sambil berfikir

“kau yakin ?” Tanya jinyoung hyung mempertegas

“kemarin terakhir dia telfon, dia hanya bilang ‘bawa aku pergi’ tapi aku tidak bisa melakukannya, saat itu kita akan melaksanakan fansigning, apa dia sangat marah karna hal itu ?”

“sebaiknya kau menemuinya” ujar baro

“benar, sebaiknya kau menemuinya dan katakan apa yang terjadi” tambah cnu hyung

Akhirnya aku pergi ke rumah HaeMin, di temani oleh hyung manager

Sesampainya disana..

“ajhussi lama tak bertemu”

“aah ternyata kau yang datang, ada apa kemari ?” tanyanya acuh

“aku ingin menemui HaeMin” jawabku

“untuk apa kau menemui anakku lagi ? dia sudah menikah !”

“mwo ? menikah ?” tanyaku kaget

“ya dia sudah menikah dengan seseorang yang jauh lebih baik darimu, lebih baik kau pergi dari sini dan jangan temui dia lagi arraseo ?” jawabnya lalu menutup pintu rumahnya

Aku terdiam lalu memikirkan lagi apa yang ajhussi katakan

“menikah ? tak mungkin dia bahkan tak pernah mengatakan ini padaku”

“tapi, apa ini alasan kenapa dia tak menghubungiku lagi ?”

“apa ini alasan kenapa dia bilang ‘bawa aku pergi’ ?

Ost : Kim Dong Ryul – Old Song (dengerin aja yah lagunya xD)

Sandeul POV End

 

HaeMin Pov

Esok paginya setelah kejadian itu

“HaeMin ah~” sapa appa

“ne ?” tanyaku acuh

“ada yang ingin aku bicarakan”

“apa ?” tanyaku

“duduklah dulu” ujarnya lalu aku duduk

“aku sudah membicarakan ini dengan orangtua james, mereka sudah setuju untuk menikahkan kalian”

“lakukan apa yang kau mau”

“apa ?” tanyanya

“bukankah kau akan menikahkan aku dengannya ?”

“kau tidak keberatan ?”

“apa kalau aku menolaknya kau akan menurutiku ?” tanyaku balik dengan tatapan datar

“baiklah minggu depan kita akan …“

“terserah kau saja” potongku lalu pergi

==

“HaeRa ah~” sapaku

“HaeMin..”

“minggu depan kau harus datang ke pernikahanku arra ?”

“mwoo ? kau akan menikah dengan sandeul ? bagaimana bisa ?” tanyanya bingung

“ania, aku tidak menikah dengannya aku menikah dengan namja lain”

“katakan padaku apa kalian sedang dalam masalah ?”

“tidak, kami tidak memiliki masalah”

“lalu ?”

“seharusnya kau bertanya padanya, bukan padaku” jawabku kesal lalu pergi

“haemin.. Haemin..” panggilnya tapi aku tak menoleh

HaeMin Pov End

 

Author Pov

Hari2 berlalu, hari ini tepat dimana HaeMin akan menikah dengan namja lain namja yang bukan dia cintai, benarkah ? bahkan HaeMin tak mempedulikan namja itu

Dia bahkan tak tau apa ini hanya kemarahan sesaat atau apa..?

HaeRa yang seharusnya sekarang menemani HaeMin dia pergi ke dorm B1A4

HaeRa : *menekan bel dorm B1A4*

“HaeRa.. ?” tanya CNU kaget melihatnya

“dimana sandeul oppa ?” tanya HaeRa cemas dan terburu2

“dia sedang di ruang latihan, beberapa hari ini dia terlihat sangat murung apa yang terjadi ?” tanya CNU

Tanpa menjawab pertanyaan CNU, HaeRa menerobos masuk ke dorm dan masuk ke ruang latihan dia mendengar suara Sandeul sedang bernyanyi

“HaeRa ? apa yang kau lakukan disini ?” tanya sandeul yang sadar seseorang masuk lalu melanjutkan bermain piano

“mwo ? seharusnya aku yang tanya, apa yang kau lakukan disini ? bernyanyi seperti itu dan membiarkan yeojamu menikah dengan namja lain ?” bentak HaeRa

“dia sudah menikah, apa kau sedang bermimpi untuk mengembalikan semuanya” jawab sandeul sambil berdiri dari tempat duduknya

“kau bodoh atau apa huh? DIA BARU AKAN MENIKAH 30 MENIT LAGI“ bentak HaeRa

Seketika sandeul tersadar

“apa kau tak bohong ?” tanya sandeul

“apa kau fikir aku berbohong ?” tanya HaeRa ketus

“terserah kau saja ! temui dia di taman kesukaannya kalau kau mau menghentikannya” ujar Hae Ra lalu pergi

Auhor Pov End

 

Sandeul Pov

“hyung menurutmu apa dia tak berbohong ?” tanyaku masih bingung

“apa kau masih mencintainya ?” tanya cnu hyung

“ne” jawabku lemah

“jawab yang jelas” bentaknya

“ne aku masih mencintainya”

“siapkan dirimu sebelum kita terlambat kesana” ujarnya

Aku lalu bersiap dan segera pergi kesana

Sandeul POV End

 

HaeMin POV

“eomma, apa HaeRa belum datang juga ?” tanyaku

“HaeMin ah~” seru seseorang

“HaeRa, kau kemana saja ? kenapa bisa terlambat seperti ini ?”

“aku menemui seseorang dulu” jawabnya

“aah ajhumma.. bisakah kau tinggalkan kami sebentar ?” pinta HaeRa

“ada apa ?” tanyaku

“aniaaa, ada yang ingin aku bicarakan padamu”

“baiklah, HaeMin 20 menit lagi acaranya akan di mulai jangan terlalu lama arra ?”

“ne” jawabku ketus

Akhirnya eoma keluar dan HaeRa mulai bicara

“HaeMin ah~ apa kau yakin akan menikahi namja bule itu ?”

“kenapa kau bertanya seperti itu ?”

“aniaaa bagaimana dengan sandeul ?”

“jangan sebut nama dia lagi !” kesalku

“wae ? apa karna dia tetap diam seperti itu jadi kau membencinya ?”

“biasakah kau menghentikannya ?” bentakku

“apa kau tau ? tadi aku ke dorm B1A4 dia terlihat sangat gila, bahkan aku rasa dia sudah gila dia hanya diam di depan pianonya dan terus menyanyikan lagu kesukaanmu sama sepertimu yang hanya diam di dalam kamar”

“Hentikan !” bentakku lagi

“kau fikir kau terlihat tegar, bahkan aku melihat jiwamu menangisinya apa kau tidak khawatir pada nya ? ah tidak apa kau tidak khawatir pada jiwa kalian ?” bentaknya padakau

“apa kau Fikir dengan aku khawatir padanya semuanya akan kembali seperti dulu ?” tanyaku yang kini meneteskan air mata

“apa kau fikir dia mengkhawatirkanku ? tidak bukan ? dia bahkan tak pernah ada saat masalah ini muncul” tambahku

“haaaah bagaimana bisa 2 orang yang saling mencintai menyakiti hati mereka sendiri” ujarnya dengan wajah kesal

“HaeMin ah,, jangan menangis lagi appamu mungkin akan marah padamu kalau kau terlihat buruk” ujarnya lagi

Aku berhenti menangis dan entah kapan eomma datang, dia memberikanku tissue

“ayo, ini sudah saatnya” ujar eomma

Kamipun melangkah pergi menuju calon suamiku , ‘calon suamiku ? aku bahkan sama sekali tak mencintainya’ gumamku

Dia sudah disana, sekarang tinggal aku yang maju ke depan mimbar bersama appa

“tersenyumlah” ujarnya

“moodku sedang buruk jangan paksa aku” jawabku

*setelah samapai*

“kepada pengantin lelaki silakan memasangkan cincin di jari pengantin wanita”

“aaah aku benci ini” gumamku dalam hati

“Hentikan !“ teriak seseorang lalu menarikku ke pelukannya

[TO BE CONTINUED]

Advertisements

[FANFICTION] THIS TIME IS OVER ? MOLLA // CHAPTER 2

523497_3653808233058_338039015_n

siapa yang udah pernah baca ff Only Learn Bad Things sama Only One ?

yeap ini dia sequelnya.. sequel yang mungkin terakhir atau maybe bakal ada lanjutannya lagi o.o?

so don’t miss it !!

Don’t be silent readers guys =)

Author : Wilhelmina Winnie (Kim In-Young) as Kim HaeMin

Main Cast :

– Kim Hae-Min

– Lee Sandeul

– And Another cast

Genre : Romantic (maybe)

[preview chap 1]

Aku mengelilingi tempat itu tiba2 dia menarikku
“kemarilah, adikku sangat menyukai boyband korea lagu apa yang bagus ?”
“adikmu menyukai boyband korea ?” tanyaku
“iya, dia bahkan mempelajari bahasa nya”
“kau tau sahabatku benar2 pencinta Kpop tidak semua hanya beberapa yang dia kenal sebenarnya”
“benarkah ? ajari aku beberapa bahasanya”
“kata apa ?”
“hmm cinta ?”
“saranghae..” jawabku
“Hae Min..” tiba2 seseorang memanggilku
Hae Min Pov End

 

Sandeul Pov
Aku baru sampai di hotracks seperti biasa kami kemari untuk mengadakan fansiging tapi . yeoja itu… siapa yang bersama dengan dia segala pertanyaan muncul dari kepalaku apa dia memang yeoja itu ? Hae Min ?
“bersiaplah setengah jam lagi kita akan mulai” ucap noona
Tapi aku pergi melihat dia
“kau mau kemana ?” tanya jinyoung hyung menahanku
“ani, aku mau pergi ke air sebentar..” jawabku
“tempat istirahat kita juga ada kenapa harus disini ?”
“hanya sebentar saja.” Jawabku lalu pergi
“saranghae” ucapnya setelah aku sampai di dekatnya
“Hae Min” ujarku masih shock dengan apa yang dia katakan tadi
“kaaaa..kaau” jawabnya seperti bena2 kaget melihatku
“apa yang kau lakukan ?” tanyaku
“apa yang kau katakan tadi ?” tanyaku lagi dengan nada tinggi
“kau mengatakan cinta pada oranglain ?” tanyaku semakin kesal
“apa maksudmu ?” tanyanya dengan nada kesal
“haaah karna dia bule jadi kau mendekatinya ? kau mencintainya ? apa aku masih kurang untukmu ?” tanyaku tak kuat menahan emosi
“berhenti mengangu kekasihku !” ucap namja itu itu sambil memukul ku hingga terjatuh
“kau tidak apa2 ?” tanya hyung manager yang tiba2 datang
“ayo kita pergi” ujar Hae Min lalu menarik namja itu
Sandeul Pov End

Hae Min Pov
“Hae Min” tiba2 seseorang memanggilku
“kaaaa..kaau” aku melihatnya kaget
‘orang yang sudah lebih dari 2 minggu kini ada di hadapanku ?’ gumamku
Ingin rasanya aku memukulinya atau menjambak rambutnya tapi
“apa yang kau lakukan ?” tanyanya
“apa yang kau katakan tadi ?” tanyanya lagi dengan nada tinggi
“kau mengatakan cinta pada oranglain ?” tanyanya semakin kesal
“apa maksudmu ?” tanyaku dengan nada tak kalah kesal
“haaah karna dia bule jadi kau mendekatinya ? kau mencintainya ? apa aku masih kurang untukmu ?” tanyanya dengan muka merah aku tau dia benar2 marah saat ini
“berhenti mengangu kekasihku !” ucap James sambil memukul nya hingga terjatuh
“kau tidak apa2 ?” tanya oppa manager yang tiba2 datang
‘untunglah oppa datang’ gumamku dalam hati
“ayo kita pergi” ujar ku lalu menarik lengan james kasar
“siapa dia ?” tanyanya
“bukan siapa2 jangan ikut campur urusan kami, dengar aku tak menyukai saat kau memukulnya” jawabku kesal
“kenapa ? kau yang akan jadi tunanganku, kita akan segera bertunangan” ucapnya
“jangan pernah mengatakan hal bodoh seperti itu ! aku bukan kekasih mu !” bentakku lalu memberhentikan mobilku dan menyuruh dia keluar
“jangan tinggalkan aku !!” teriaknya sambil mengejar mobilku

*.*.*.*.*.*.*.*.

Aku menghentikan mobilku di jalan
“kau megatakan cinta pada orang lain ?”
“aku tidak mengatakan cinta padanya aku hanya mengajarinya bahasa korea” teriakku
“aku juga tidak melakukan apa2 aku hanya menemaninya, apa aku salah ? lalu bagaimana dengan kau sendiri kau hilang dan tak memberiku kabar sama sekali” bentakku sambil menangis
Pertanyaan itu selalu terpikirkan di kepalaku
Entah berapa lama aku disini sampai suara handphone ku berdering
“Yeoboseo” jawabku
“Kau ada dimana ?” Tanyanya
“Di jalan” jawabku tak bersemangat
“Apa yang kau lakukan ? Kau meninggalkan james di tengah jalan ? Apa kau lupa dia tak tau jalan ? Beruntung appa yang menemukannya”
“Mianhae appa, tadi aku ada urusan yang tak bisa aku tinggalkan”
“Apa urusanmu lebih penting ? Cepat pulang dan hibur dia !” Bentaknya lalu mematikan telfonnya
‘Kau lihat ? Aku benar2 menderita sekarang’ gumamku
‘Aku benar2 membencimu kali ini Lee Sandeul !!’ Tambahku lalu mengendarai mobilku sekencang2 nya

“Aku pulang” ujarku
“Bersiaplah kita akan pergi makan malam bersama keluarga james” ujar appa ketus
“Ne” jawabku
Entah kenapa, aku rasa appa benar2 serius menjodohkan aku
“Hae Min ah, kalau kau jadi menikah dengan james, proyek kerja appa akan sukses” ujar appa

Aku hanya terdiam mendengarkan perkataannya yang tak penting bagiku

‘jadi dia mengggunakan ku sebagai alat proyeknya ? keterlaluan !’ gerutuku dalam hati

Sesampainya kami disana,, kami langsung memesan makanan

 

“aah sepertinya ada shooting disini” ujar ajhussi itu

“benar” jawab appa dan semua perhatian pun mengalih pada mereka termasuk aku

Ku tatap namja itu penuh kebencian, dan dia sedikit kaget melihat aku ada disini juga

Tatapannya seolah bertanya “apa yang kau lakukan ?”

DREEEEEEEEEET

Getaran handphoneku menyadarkan aku, sebuah pesan teks dari namja jelek itu

“Hae Min ah, apa yang kau lakukan disini ?”

‘apa pentingnya untukmu ?’ tanyaku dalam hati, tanpa membalas pesannya

DREEEET handphoneku lagi

“eonni ?” tanyaku kaget lalu mengangkat telfonnya

“ne eonni , waeyo ?” tanyaku

“Hae Min ah, tadi aku melihatmu disini sandeul menanyakannya tapi kau tak menjawabnya”
“aaah ne aku juga melihatnya”

“lalu namja itu ? aku ingat dia yang memukul sandeul tadi”

“soal itu, mianhae eonni”

“gwaenchana utunglah tak ada luka parah”

“hem”

“siapa dia ?”

“aku ingin sandeul sendiri yang menanyakannya langsung padaku” jawabku

“ahya ada yang ingin aku bicarakan lagi sebenarnya bisakah kita bertemu besok ?”

“dimana ?”

“di Soundwave Incheon kebetulan B1A4 mengadakan fansiging disana jadi kita ada waktu untuk bicara sebentar”

“baiklah aku akan kesana”

“jam 5 sore”

“ne..”

“sampai bertemu besok.”

“ne annyeong”

“annyeong” jawabku mengakhiri telfon kami

“hae Min ah, besok kita ada rencana untuk pergi mengerjakan proyek kami, kau bisa menemani james kan ?” tanya appa

“tapi aku dan Hae Ra ada tugas, tugas kami belum selesai dari kemarin”

“ajak saja dia”

“baiklah” jawabku pasrah

 

@Soundwave Incheon

“eoni, mianhae aku terlambat” sapaku

“gwaencahana, duduklah” jawabnya

“soal berita itu aku benar2 minta maaf”

“gwaenchana eoni..”

“tapi karna berita itu hubungan kalian jadi sedikit renggang”

“tidak juga” jawabku walapun sebenanya iya

“aah beberapa hari ini entah kenapa nafsu makan sandeul berkurang, kau tau itu ?”

“jinjja ?”

“ne, bahkan kesehatannya menurun, apa kalian ada masalah..?”

“molla”

“wae ?”

Hae Min Pov End

 

Sandeul Pov

“hyung apa kau melihat handphoneku ?” tanyaku

“ani, memangnya dimana kau menyimpannya”

“tadi aku memegangnnya tapi sekarang entah dimana”

“jinyoung hyung kau melihatnya ?” tanyaku

“sepertinya ada di noona, yang lain juga begitu” jawabnya

“aiiish, dimana dia ?”

“tadi dia bilang pergi makan di sebrang”

“baiklah aku pergi dulu”

Aku pun pergi ke tempat makan di sebrang sana

“aaah itu dia” gumamku

“noona..” sapaku

“Hae Min” tambahku kaget melihat dia disini juga

“wae ?” tanya noona, tapi aku tetap melihat Hae Min

Tiba2 seseorang memanggil hae Min

Dia pun mulai berdiri dan aku mencoba menahannya

“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu” ujarku sambil menahannya pergi

“temui aku besok di taman kemarin” jawabnya lalu pergi

Sandeul Pov End

Hae Min Pov

“noona..” terdengar suara yang aku kenal saat aku bicara dengan eoni

‘namja ini’ gumamku dalam hati

“Hae Min” ujarnya melihatku

“wae ?” tanya eoni

“Hae Min” panggil james dari jauh

Aku bangkit dari tempat dudukku untuk pergi

“ada yang ingin aku bicarakan denganmu” ujarnya menahan lenganku

“temui aku di taman kemarin” jawabku dingin mencoba tegar

‘aku rasa aku harus menyelesaikan ini semua, aku ingin meyakinkan ini sudah benar2 berakhir’ gumamku dalam hati

 

@Taman

Aku sampai di taman dimana kami sempat bertengkar aaah bukan dimana dia memberitahu soal berita itu

‘namja itu sudah datang’ gumamku dalam hati

Aku berdiri di samping nya mencoba menyadarkan kehadiranku

“kau sudah datang ?” tanyanya aku hanya terdiam

“wae ? sombong sekali tapi… aku sudah lama tak melihatmu seperti itu, omonganmu yang ketus jutex dan seperti tidak memiliki perasaan aaah sudah lama juga kita tidak bertengkar” ujarnya

‘aiiiish apa dia tidak tau aku benar2 marah saat ini ?’ tanyaku dalam hati

“ada apa ? apa yang ingin kau bicarakan ?” tanyaku dingin

“aku benar2 kesal padamu !” gerutunya

“kenapa ? apa aku melakukan yang salah ?” tanyaku tetap dingin padanya

“ne, kau tak pernah membalas pesan teks ku, kau tau ? setiap malam setelah menyelesaikan scheduleku aku mengirimi pesan tapi kau tak pernah membalasnya”

“apa maksudmu pesan ? aku tak pernah menerimanya jangan pernah berbohong !” gerutuku kesal

“sungguh aku benar2 mengirimu pesan apa kau tidak menerimanya ?” tanyanya

“apa semua pesanku tak terkirim ? tapi jelas2 tertulis terkirim” tambahnya

“terserah apa katamu, lalu apa maumu ?”

“satu lagi, siapa yang memukuliku kemarin ? apa dia saudaramu ?” tanyanya balik

“kau tau ini sudah hampir sebulan aku benar2 merindukan yeojaku sekarang” tambahnya

“huh, yeojamu ? siapa yang kau maksud dengan yeojamu ?” tanyaku ketus

“hmm Kim Hae Min, dia yeojaku” jawabnya tersenyum

“aku sudah bukan yeojamu lagi”

“apa maksudmu ?”

“kau tau aku sudah di jodohkan dengan orang lain ?” tanyaku kesal dan dia mulai bingung

“huh, jelas saja kau tak tau, bagaimana mungkin kau bisa tau, saat aku menelfonmu saja kau tak mengangkatnya” jelasku ketus

“apa ? jadi panggilan itu ?”

“yaaak panggilan itu tepat saat appa memberitahku untuk menjodohkanku”

“apa ini ? kenapa seperti ini, bukankah appa tau kau kekasihku ?” tanyanya

“dia takkan menjodohkanku kalau saja berita putus kita tidak pernah ada” jawabku kesal

“dan namja kemarin, namja yang memukulimu dia yang di jodokan denganku, kau puas sekarang ?” tambahku

“saat itu aku hanya butuh kau untuk menjelaskan apa yang terjadi, tapi kau seperti tidak perduli” tambahku lagi

“mianhae, aku benar2 tidak tau” jawabnya

“percuma, semuanya sudah berakhir” ucapku lirih

“aku akan menjelaskan pada appamu apa yang terjadi”

“kau fikir itu masih penting ?” tanyaku kesal

“aku takkan membiarkan semuanya seperti ini”

“mianhae HaeMin ah” tambahnya lalu berniat menciumku tapi aku berbalik darinya

“bagaimana kalau aku membiarkannya ? appa mungkin benar, kau tak seserius itu denganku”

“wae ?”

“kau lebih mementingkan menjadi seorang yang sangat di kenal .. hah, sepertinya dunia kita memang berbeda”

“anio, aku tidak seperti itu “

“aku tau..” jawabku lalu pergi

‘benar bukan ini sudah berakhir ? bahkan dia tidak berusaha mempertahankannya’ gumamku lalu menangis

Satu persatau air mataku terjatuh

Saat aku hendak membuka pintu mobilku , Seseorang menarik lenganku membuatku memeluknya

“aku akan mengatakannya” ujarnya

“aku akan mengatakan kalau aku benar2 serius padamu” tambahnya

“kalau saja berita itu tak pernah ada” tangisku

“mianhae, jeongmal mianhae”

“kau keterlaluan kemana saja kau sebenarnya huh ?” bentakku sambil menangis dan memukuli dadanya

Aku melepaskan pelukan kami

“kau boleh memukulku hingga kau puas” ujarnya membuatku berhenti

“kenapa ? kenapa kau selalu seperti ini ? kau selalu bersikap tak peduli padakau !” bentakku

“siapa yang tak peduli padamu ?”

“kau !”

“setiap malam aku mengirimimu pesan teks apa kau tak menerimanya ? aku bahkan menelfonmu tapi kau tidak mengangkatnya, kau fikir aku berbohong ?”

“kau tidak bohong ?” tanyaku

“kau masih belum percaya ?” tanyanya balik

“baiklah aku percaya” jawabku pasrah

Tak ada pembicaraan lagi setelah pertengkaran itu

Lalu aku mulai mengingat obrolanku dengan eoni kemarin

“apa kau makan dengan baik beberapa hari ini ?” tanyaku

“sangat baik” jawabnya sedikit dingin

“kau yakin ? tapi kau terlihat kurus”

“jinjja ? aaah kenapa noona tidak bilang padaku ya ?”

“heem benar bukan kau pasti kurang makan”

“aniaa aku makan dengan sangat baik”

“tapi yang aku dengar kesehatan mu menurun”

“mwo ? dari mana kau tau itu ?”

“ahaha ternyata benar” ujarnya tertawa kecil

“bagaimana denganmu ?” tanyanya

“tidak terlalu baik, nafsu makanku berkurang beberapa hari ini”

“wae ? apa karna masalah ini ?”

“anio, bukan hanya itu tapi karna yang lainnya juga, apa kau mau makan ?”

“aaah aku merindukan makanan bibi waktu itu”

“kita tidak akan kesana”

“wae ?”

“aku yang akan memasakanmu makanan bagaimana ?”

“baiklah..”

*kami pun sampai di sebuah tempat*

“dimana ini ?” tanya namja ini

“rumah Hae Ra” jawabku

“mwo ?”

“wae ? kau tidak mau makan ?, aku tidak mau mengajakmu pulang kerumah, eomma dan appa pasti akan marah” jawabku sambil membuka pintu

“bagaimana kau tau kunci nya ?”

“kalau aku sedang dalam masalah dulu aku sering kemari”

“aaah itu sebabnya kalian sangat dekat”

“anio, kita dekat dari kecil”

“aku tau” jawabnya

Aku pergi ke dapur dan mulai memasakkan sesuatu, sedangkan dia melihat sekitar ruangan

“disini banyak sekali foto kalian berdua” ujarnya

“apa yang kau masak ?” lanjut tanyanya

“sup” jawabku

“aaah.. biarkan aku membantumu”

‘seperti ini, seperti kami tak memiliki satu masalahpun, dia bahkan terlihat sangat senang’ gumamku

“wae ?” tanyanya melihatku aneh

“mwo ? anioo” jawabku gugup

“lusa, temui aku di dorm ne ?”

“mwo ? ada apa ?” tanyaku

“aniaa hanya ingin memintamu datang saja”

“aiiish kau ini” kesalku

“ini seperti saat itu” ujarnya

“saat itu ?” tanyaku bingung

“heem, saat aku menelfonmu dan berkata ‘kau datang ke dorm atau aku yang datang padamu haha”

“aku tidak mau melakukannya”

“tapi akhirnya kau datang” ujarnya sambil tersenyum merasa dia pemenangnya

“yaak dan kau mengacuhkan begitu saja !” kesalku

“tidak begitu, itu hanya sebuah trik ?”

“mwo trik ? aiish bebek ini”

“tapi trik itu benar2 berhasil bukan ?” tanyanya menatapku tersenyum

“terserah kau saja” acuhku

*aigoo kenapa dia menatapku seperti itu* gumamku dalam hati

Masakan kami pun siap, kami segera pindah ke meja dan mulai makan, dia makan dengan sangat lahap seperti tak pernah makan banyak sebelumnya

“wae ?” tanyanya mengagetkanku

“kau tak mau makan ?” tanyanya lagi

“apa kau belum makan sejak pagi ?” tanyaku balik

“aku sudah makan tadi pagi” jawabnya terlihat gugup

“lalu ?” tanyaku

“lalu apa ?”

“kau makan sangat lahap, kau seperti tidak makan sama sekali, pipimu bahkan terlihat kecil”

“jinjja ? aaah pasti karna aku kurang makan kemarin2”

“aaah benar bukan kau bahkan tak bisa berbohong” jawabku

Aku kembali terdiam menatap makannaku, entah apa yang akan terjadi besok atau lusa atau hari yang akan datang apa kita masih bisa seperti ini ? pikirku *Author Galau*

“aaaaaaaaaaaaaa” sebuah sendok mengampiri mulutku aku langsung melahap makanan yang ada di sendok itu

“makanlah yang banyak, aku tak mau melihat yeojaku ini jatuh sakit” ujarnya membuatku tersenyum

“arraseo, kau selalu mengatakannya padaku” jawabku lalu makan

“HaeMin ah~”

“ne ?” tanyaku

“jangan terlalu memikirkannya”

“mwo ?” tanyaku bingung

“selama ini kau selalu memikirkan masalah ini sendiri, aku tak mau melihatmu seperti itu lagi.. mulai sekarang masalah apapu kau harus memberitahukan aku, sesibuk apapun aku akan mendengarkan mu.. arraseo ?” ujarnya panjang lebar

“ne oppaaaaa~~” jawabku kembali tersenyum padanya

Setelah kami selesai makan kami segera keluar, karna oppa manager sudah menunggunya di luar..

Aku mencoba meyakinkan diriku sendiri semuanya akan baik2 saja setelah ini

Esoknya setelah pulang kuliah aku langsung pergi ke dorm B1A4

“annyeong” sapaku saat masuk, ternyata semua member sedang ada disini

“hae Min ah~ kau duduk disini”

“mwo ?” tanyaku bingung

‘apa yang akan dia lakukan’ gumamku dalam hati

Tiba2 seseorang keluar dari kamar bersamaan dengan di nyalakannya lagu 2NE1 I’m The Best membuatku tertawa terbahak

“yaaaak baro apa yang kau lakukan !!” teriakku sambil terus tertawa

Dia datang dengan dua pita di dada dan memakai topi, satu lagi dia membawa hair dryer membuatku tertawa ..

Tak lama sandeul keluar seperti santa clause

‘aigoo dia bilang, dia kekasihku ? aku bahkan malu mengatakannya..‘ gumamku

Selang beberapa detik gongchan pun keluar ini membuatku teringat saat dia berada dalam fashion show, dan saat dia membelakangiku dia menyelipkan gantungan baju di punggungnya

‘aaah jinjja, kenapa dia bisa segila ini..‘ gumamku

Sama dengan Baro dia mengambil hair dryer dan melilitkan talinya di lehernya lalu bergaya2 membuatku tak bisa menahan tawaku

Tak lama datang jinyoung oppa, dia memakai kacamata besar dan membawa sebuah keranjang

Kemudian mereka ber-empat pun berpose ria

(Author : liat detailnya disini :https://www.youtube.com/watch?v=DBalhWGGAkU )

Setelah selesai sandeul menghampiriku

“bagaimana ? apa kau senang ?” tanyanya

“oppa apa yang kau lakukan ?” tanyaku manja sambil tetap tertawa

“aku hanya ingin melihatmu seperti ini, tetap tersenyum dan tertawa seperti ini” jawabnya

“apa-apaan kau ini” ketusku, tapi dia hanya tersenyum padaku

“HaeMin ah~ aku harus bersiap sekarang” ujarnya

“arraseo, kau ada schedule bukan ?”

“kau tidak apa pulang sendiri ?” tanyanya meyakinkan ku sebelum pergi

“gwaenchana, aku sudah biasa pulang sendiri” jawabku

“oppa.. aku pulang dulu” seruku

“ne” jawab mereka

Aku sampai di rumah ‘sepertinya eomma dan appa sedang pergi keluar’ gumamku aku melihat secarik kertas di temple di pintu lemari es

“appa dan eomma pergi untuk makan malam bersama keluarga james, seharusnya kau ikut bersama kami, tapi kau tak bisa di hubungi.. kau ini memalukan kami saja !”

“apa ini ? memalukan kami saja ? yang benar saja, aku bahkan sama sekali tak menyukai bule itu” ujarku lalu meminum air segelas dan masuk kamar untuk tidur

21.00PM KST

Aku terbangun dari tidurku ada suara bsik2 di kamar sebelah sepertinya eomma dan appa sudah pulang, aku melangkahkan kakiku menuju dapur untuk mengambil segelas air

“HaeMin” terdengar suara sepintas di telingaku

“apa mereka mebicarakanku ?” tanyaku dalam hati dan mencoba mendengarkan apa yang mereka bicarakan

[TO BE CONTINUED]

[fanfiction] This Time Is Over ? Molla // chapter 1

523497_3653808233058_338039015_n

siapa yang udah pernah baca ff Only Learn Bad Things sama Only One ?

yeap ini dia sequelnya.. sequel yang mungkin terakhir atau maybe bakal ada lanjutannya lagi o.o?

so don’t miss it !!

Don’t be silent readers guys =)

Author : Wilhelmina Winnie (Kim In-Young) as Kim HaeMin

Main Cast :

– Kim Hae-Min

– Lee Sandeul

– And Another cast

Genre : Romantic (maybe)

“apa ini ..!” kesalku
“kenapa mereka memberitakan berita yang salah ?” tambahku sambil terus menatap layar komputerku
“wae” Tanya Hae Ra tiba2
“sandeul B1A4 putus dengan kekasihnya ?, kau tidak benar2 putus dengannya kan ?” lanjut Tanya Hae Ra setelah membaca berita itu
“tentu saja tidak, hampir semua berita bilang seperti itu” jawabku
“jinjja ?”
“ne” jawabku lemah
“sebaiknya kau tanya pada sandeul, mungkin karna kalian tak pernah terlihat bersama lagi jadi mereka membuat berita seperti ini”
“heem, kau benar”

Sandeul POV
“sandeullie” panggil noona manager saat aku sedang membaca
“nae nona ?” jawabku lalu menutup buku ku
“apa aku mengganggumu ?”
“anio, ada apa ?”
“ada hal penting yang harus aku beritahu padamu”
“apa ?” tanyaku penasaran dan mulai seserius mungkin
“ini soal hubunganmu dengan Hae Min”
“Wae ?, aku dengan dia baik2 saja”
“aku tau.. hanya saja..” jawabnya terhenti
“wae ? apa ada yang tidak aku ketahui ?” tanyaku
“apa kau membuka internet hari ini ?”
“tidak, noona kau benar2 membuatku penasaran ada apa sebenarnya ?”
“tadi siang aku berbicara dengan presdir, dia bilang dia akan menyebarkan berita putusnya kau dengan Hae Min”
“mwoo..? nona yang benar saja kami baik2 saja”
“aku tau, tapi sebelum kau dan lainnya di debutkan seperti sekarang ini kalian sudah tandatangan kontrak untuk tidak berpacaran, dan soal taun lalu kenapa kami membuat pernyataan kau memiliki kekasih itu sungguh di luar dugaan”
“aku tau, aku juga masih ingat tapi kalau haeMin dengar hal ini dia pasti akan sangat sedih”
“sebaiknya kau cepat memberitahu dia, presdir sudah menyebarkan beritanya di internet”
“mwo..?”
“mianhae, noona tidak bisa membantu banyak” tambahnya dan melangkah pergi
“noona” panggilku
“ne ?”
“jam berapa schedule ku kosong besok ?” tanyaku
“jam 2 siang, jam 4 kita harus pergi untuk fansiging”
“gomawo..”
Sandeul POV End

Haemin Pov
DREEEEEEEEEEEEEEEEEEET
“HaeMin ah~ handphone mu berdering” seru haeRa
“ne…” Jawabku
“yeoboseo..?” sapaku
“ini aku sandeul”
“aah bebek besar ini” jawabku
“Yaaak kenapa kau memanggilku bebek besar huh ?”
“Anio tiba2 saja terfikirkan olehku .. Ada apa ?”
“Aiiis kau ini, apa kau sibuk ?”
“tidak juga aku sedang menyiapkan kamar untuk appa dan eomma minggu depan mereka akan datang”
“jinjja ? Aah sudah lama sekali aku tidak bertemu mereka”
“Heem, terakhir saat kau menahanku di aiport”
“Yaak kenapa kau terus mengingatnya ?”
“Tentu saja kalau bukan karna kau, aku pasti sudah bertemu bule disana bahkan bisa menjadikan mereka namjaku”
“Apa aku masih kurang untukmu ?”
“Wae ? Kau marah ? Ahahaha” tanyaku sambil tertawa
“Sudahlah apa kau ada waktu besok ?”
“Jam berapa ?”
“Jam 2”
“Kau ingin bertemu denganku ?”
“Nee ada yang ingin aku bicarakan”
“Baiklah dimana ?”
“Apartemenmu saja bagaimana ?”
“Baiklah, ini sudah malam apa kau masih sibuk ?” Tanyaku
“Anio, Wae ?”
“Tidurlah, aku tak mau melihatmu besok kelelahan”
“Ne annyeong”
“Annyeong” ucapku lalu mematikan telfonnya
“Aiissh aku lupa menanyakan hal itu” gumamku sesudahnya

*Esoknya*
“Hae Ra ah,, tugasnya akan aku kirim via email nanti malam”
“Ne, kau mau kemana ?”
“Aku ada urusan”
“Hati²”
“Ne” jawabku lalu pergi
Segera Aku pergi menuju rumahku tapi tiba2 sebuah mobil berhenti di depanku
Dia membuka kacanya dan tersenyum padaku
“masuklah” ujarnya, aku segera masuk kedalam
“aaaah manager oppa kau disini juga ?” tanyaku
“ne, sekalian mengantar sandeul” jawabnya
“ah, gomawo mianhae merepotkanmu oppa” ujarku
“kau sengaja menemuiku disini ?” tanyaku memulai pembicaraan kami
“ne, waeyo ?” tanya nya masih tersenyum
“ania, bukankah kau bilang kita bertemu di apartemenku saja ?”
“kita tidak jadi kesana”
“wae ? kau lupa dengan kuncinya ?”
“anio, bukan seperti itu”
“heem, lalu kita kemana ?”
“kau akan lihat nanti” jawabnya..

Susana sepi diantara kami tak ada pembicraan lagi setelah itu sampai mobil pun berhenti di sebuat tempat yang entah dimana ini, banyak pohon di sekitar kami

“hyung kau tidak apa keluar sendirian ?” tanya sandeul tiba2
“gwaenchana, aku sudah lama tidak pergi ketempat seperti ini, aku pergi sebentar kalau sudah selesai telfon aku”
“ne, gomawo hyung”
Dia pun pergi entah kemana, sekarang hanya tinggal aku dan sandeul berdua dalam mobil
“kenapa kita tidak keluar juga ?” tanyaku
“ania kita disini saja ..” jawabnya
“mwo ? wae ?? jangan macam2 , jangan melakukan hal yang aneh !” ketusku
“ahaha kau fikir aku akan melakukan apa ?” tanya nya sambil tertawa
“molla” jawabku
“aku ingat kau bilang ada yang ingin kau bicarakan ?” tanyaku
“aah soal itu..”
“apa..?” tanyaku curiga
“anio aku sudah melupakan hal itu, aku membawamu kemari karna aku merindukanmu”
“omongan macam apa itu ?” tanyaku ketus
“sungguh aku benar2 merindukanmu, kita sudah lama tak bertemu .. aah aku bahkan lupa kapan terakhir kali kita bertemu”
“kalau kau bilang seperti itu sama saja semudah itu kau melupakan aku”
“aku tidak bicara seperti itu”
“kalau kau membawaku kemari hanya untuk bilang seperti itu lebih baik kita pulang saja, bukankah kau ada jadwal sore ini..”
“ne..”
“baiklah telfon oppa dan bilang kita sudah selesai..” kataku bersemangat (author ngakak ekspresi bebek gimana wkwk)
Lalu dia mengambil handphonenya dan mulai mengetik sebuah nomor
“aaaah aku lupa..”
“wae ?” tanyanya cepat
“kemarin aku membaca di internet banyak sekali pemberitaan soal kita putus”
“kau sudah membacanya ?”
“he em, apa kita perlu bilang pada mereka kalau itu berita palsu.?”
“mwo..?” tanya nya seperti terkejut
“tidak, tidak usah melakukan itu” lanjutnya
“wae..?” tanyaku mencoba menyelidiki yang dia fikirkan
“anio, bukan apa2 itu hanya berita palsu untuk apa kita meributkannya ”
“apa ini yang ingin kau bicarakan ?” tanyaku
Dia terdiam, membisu seolah tak ingin membicarakannya lagi
“jawab aku ! apa kau membawa ku kemari untuk menyudahi hubungan kita ?” tanyaku lagi
“anio, aku tak akan melakukannya” jawabnya sambil memegang tanganku
“lalu apa ?” tanyaku sedikit kesal, dan melihat dia membisu lagi
“kau hanya diam, kau tak menjawab pertanyaanku, aku bahkan tak bisa membaca pikiranmu, apa sebenarnya maumu ?” tanyaku semakin kesal, dan dia hanya tetap terdiam seperti patung seakan tak mendengarkan aku berbicara
“kau..” gerutuku
Aku mencoba membuka pintu untuk pergi namun dia menahanku lalu memelukku sangat erat, tangannya dingin bahkan aku bisa merasakan detakan jantungnya
“kau sakit ?” tanyaku yang masih dalam pelukannya
“ani”
“lalu ?”
“aku akan menjelaskan padamu soal berita itu”
“jangan bohong lagi”
“tidak akan, kau tau aku tidak bisa berbohong kan ?”
“ne”
Dia melepaskan pelukannya dan mulai berbicara
“berita itu sebenarnya…” ujarnya terhenti
“kenapa ?” tanyaku
“berita itu aku baru tau semalam noona manager yang membertahuku”
“apa katanya ?”
“mereka memang sengaja membuatnya”
“mwo ?” tanyaku
“apa maksudnya ini ?” tambahku
“dengarkan aku dulu, kau ingat tentang awal pertemuan kita ? mereka memintamu untuk menjadi kekasih pura2 ku”
“lalu ?”
“tapi kita benar2 menjadi sepasang kekasih sekarang”
“dan kau kecewa ?”
“ania aku tidak bilang seperti itu, nonna bilang padaku berita yang di edarkan memang sengaja dibuat karna mengingat aku memiliki kontrak dengan mereka untuk tidak berpacaran”
“jadi hanya sampai disini saja ?”
“maksud mu ?”
“kau memintakku kemari untuk menyudahi semuanya ?”
“aniaaaa”
“lalu apa ?”
“kita masih bisa menjadi sepasang kekasih hanya saja tidak di ketahui orang lain”
“MWOYA ???”
“ini hanya untuk membohongi mereka saja”
“jadi ini masih berjalan ?”
“heeem”

“aaaiiish ini sama saja penipuan !!”
Aku terdiam membayangkan apa yang terjadi seterusnya
‘aaah ini benar2 membuatku gila’ gumamku dalam hati
‘ini sama saja aku menipu semua orang’ tambahku
“aku tau pasti kau sangat kecewa, kau bisa menghentikannya kalau kau mau” ujarnya membangunkan lamunanku
“gwaenchana” jawabku lalu menatapnya
“aku mengerti, aku masih bisa bertemu denganmu atau meleponmu seperti biasanya tanpa orang tau hal itu kan ? tidak cukup sulit” tambahku
“kau tidak kecewa atau marah ?” tanyanya
“awalnya, hanya saja apa aku harus sekasar itu ?”
“gomawo hae min ah..”
“ne, bebek besarku “
“yaaaak”
“wae ? telfon oppa kita harus segera pulang ini sudah jam 3”
“aah ne”
Tak lama setelah oppa datang kita pun pergi dari situ, sandeul mengantarkan aku pulang lalu dia pergi, dia bilang dia ada fansiging sore ini
‘sesulit inikah berpacaran dengan seorang artis ?’ gumamku
Aku masuk kedalam rumah dan melihat sepatu dengan aneh
“appa, eomma ..?”
“appa eomma.. apa kalian sudah pulang”
“kau kemana saja ?” tanya appa
“appa !!!” aku langsung memeluknya
“wae ?” tanyanya
“apa kau tidak merindukan anakmu ini ?”
“tentu saja aku merindukanmu”
“sejak kapan kalian pulang ? bukannya minggu depan ?” tanyaku
“perkerjaan appa mendesak jadi cepat2 kesini, kali ini kami akan sangat lama disini “
“heem baiklah aku sudah menyiapkan kamar untuk kalian”
“ternyata disini banyak makanan, jadi kita tidak perlu pergi belanja” ujar eomma
“ne, kalau aku tidak menyediakan makanan, bebek itu pasti akan sangat khawatir padaku”
“bebek ?” tanya mereka berdua
“maksudku sandeul oppa”
“aaah, aku juga ada yang ingin aku bicarakan tentang itu..”
“apa..?” tanyaku
“nanti saja setelah kita selesai makan malam” jawab appa
“ne..” jawabku mengiyakan

=.=.=

Setelah selesai makan malam appa mulai bertanya padaku
“hae-min ah aku sudah membaca soal berita kau putus dengan namja itu”
“mwo ?” tanyaku kaget
“appa jangan khawatir berita itu hanya bohong saja” lanjutku menjelaskan
“maksudmu ?”
“berita itu memang sengaja di buat, tapi kami masih bersama sampai saat ini” jawabku santai
“sengaja di buat ? aaaaah dengan dia melakukan hal ini itu sudah menunjukan ketidak seriusan akan hubungan kalian, appa tidak setuju”
“appaaaa, semua artis memang begitu mereka memiliki kontrak untuk tidak berpacaran”
“itu artinya dia lebih memilih menjadi terkenal di banding dirimu sendiri”
“appaaa” gerutuku
“ lebih baik sudahi saja hubungan kalian, yang di awali dengan kebohongan akan di akhiri dengan sangat buruk”
“appaa”
“wae ? kau mau mencintai namja seperti itu ? Hae-Min ah banyak sekali namja di korea bahkan di dunia kenapa kau hanya mau dengan dia ?”
“eomma”
“eomma, mengerti tapi appa mu benar juga”
“aiiish”
“besok rekan kerja appa akan datang kami berniat menjodohkannya denganmu,kau tau saat pertama kali melihat fotomu anaknya langsung menyukaimu”
“mwo..? aiish kalian ini” kesalku langsung pergi ke kamarku

@my room
Aku menekan nomor bebek itu tapi tak pernah ada jawaban darinya
“apa dia benar2 sibuk sampai tak bisa menjawab telfonku ?” gerutuku
Aku berkali2 menelfonnya tapi tak ada jawaban darinya
Aku baringan tubuhku d kasur empukku ku lihat mejaku
‘ah foto itu siapa yang berani masuk kamarku saat tidur dan menyimpan foto itu disitu ? kau , kau bebek namja yang selalu membuatku kesal’ gumamku sambil terus melihat foto itu
‘siapa yang memiliki bibir seperti itu ? kau juga’ gumamku lagi
“aaah aku rasa aku mulai gila” batinku
“Baru saja dia bilang itu hanya untuk pura2 masalah apa lagi ini” tambahku

*******

“hae-Min ah banguun ini sudah siang” teriak seseorang membangun aku
“ne..” jawabku
‘Aaaah pasti aku tertidur’ gumamku
Aku mengecek handphoneku tak ada pesan teks atau telfon balik darinya
Aku menyiapkan diriku untuk pergi ke kuliah
“hae-min”
“ne eomma, kau sudah siap untuk kuliah ?”
“ne, ada tugas yang harus aku selesaikan dengan hae Ra”
“oh baiklah makan dulu baru pergi arraseo ?”
“ne eomma..” jawabku

@Univ Inha
“Hae Ra ah..”
“Hae-Min wae ? kenapa kau mukamu begitu ? apa kau kurang tidur ?”
“anio, “
“lalu ?”
“appa sudah pulang” jawabku
“jinjja ?”
“ne, dan kami perang mulut”
“maksudmu ?”
“dia sudah mendengar tentang berita itu dia marah dan mau menjodohkan aku dengan rekan bisnisnya, kau tau ini benar2 membuatku stress”
“apa kau sudah bertanya pada”
“sudah”
“Hae-Min ah aku dengar kau sudah putus dengan sandeul kenapa ?” tanya seseorang yang tak lain teman kelasku
“ne, aku ingin dia lebih fokus pada pekerjaannya saja hanya itu”
“yang benar ?”
“ne” jawabku singkat
“Hae Ra aku akan menceritakannya padamu nanti”
“OK !” jawab Hae Ra

@Kantin
“soal tadi, dia sudah memberitahu kan aku kalau itu hanya untuk pura2” ujarku pelan
“lalu tentang kau di jodohkan ?”
“aku sudah menjelaskan pada appa tapi dia sama sekali tidak peduli, kau tau aku tidak bisa menolak permintaan paksa nya”
“apa namja itu sudah tau ?”
“tidak ! tidak sama sekali”
“apa kau tidak berniat memberitahunya ?”
“aku selalu mencobanya tapi dia tak pernah mengangkat telfonku”
“bukankah dia bilang berita itu hanya pura2”
“aaaah entahlah, apa……..”
“wae ?” tanya Hae Ra mengagetkanku
“apa berita itu untuk sungguhan ?”
“jangan khawatir, aku yakin dia hanya sedang sibuk”
“entahlah pikiranku sangat kacau..”
DREEEET
“appa ?” tanyaku melihat layar ponselku
“ne appa..”
“kau ada dimana ?” tanyanya
“aku ada di kantin kampus bersama Hae Ra”
“oh, jangan pulang terlalu sore, nanti malam kita akan ada tamu”
“aah ne..” jawabku lalu menutup telfonku
“Hae Ra ah aku pulang dulu..”
“kau mau kemana ?” tanyanya
“sepertinya aku akan bertemu dengan namja teman appaku.”
“heeem hati2 di jalan..”
“ne..” jawabku singkat

*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.

“aaah benar bukan dress ini cocok untukmu”
“kenapa aku harus memakai dress, bukan kah ini hanya pertemuan biasa ?” tanyaku
“penampilan pertama kali bertemu itu penting” jawab eomma
Kami pun pergi menuju sebuah retoran dimana appa sudah pesan

“aah itu dia” seru appa sambil menunjuk sebuah meja
*yang tebal pake bahas inggris*
“maaf kita sedikit terlambat” ujar appa
“tidak apa2” jawab seorang ajhussi
“mereka dari mana ?” tanyaku dalam bahasa korea pada appa
“mereka dari Belanda” jawab appa
“ooh” kataku sambil membulatkan bibirku
“ah aku sampai lupa perkenalkan ini anak ku Hae Min, kalian sudah bertemu dengan istriku sebelumnya kan ?” ujar appa memperkenalkan aku
“hi, aku Hae Min, Kim Hae Min” kataku
“ini anakku James” ucap ajhussi itu mengenalkan anaknya
Makan malam yang membosankan, namja itu selalu melihat ke arahku
‘aaah aku bahkan tak berselera makan’ gumamku dalam hati
‘kemana namja itu ? apa dia sudah mati ? sampai dia melupakan aku bahkan tak mengabariku sama sekali’ gumamku lagi
‘dan lagi suara namja dari belanda itu, itu benar2 menggelikan ingin rasanya aku teriak sekencangnya’ tambahku sambil menggigit sendok ku
“Hae Min ah, apa yang kau lakukan ?” tanya appa
“mwo ?” anio..” jawabku
Tak lama kami pun selesai dengan makan malam kami , setelah sampai di rumah aku langsung membaringkan tubuhku di tempat tidur
Hae Min Pov End
Sandeul Pov
‘sudah lama aku tak menghubungi hae min,’ gumamku aku meraih handphone ku dan baru aku sadar aku belum menghubungi dia sama sekali setelah melihat banyaknya panggilan darinya
Aku tekan nomor 2 di handphone ku agar langsung terhubung dengannya
“kenapa tidak ada jawaban ?” tanyaku
Akhirnya aku mengetik sebuah pesan teks untuknya
“Hae-Min ah, apa kau sudah tidur ?, mianhae aku baru menghubungimu sekarang aku benar2 sibuk jadwal kami sudah sangat padat semenjak comeback kami
Di tambah sebentar lagi aku akan mengikuti sebuah drama musical ini benar2 menyenangkan kalau aku performe kau harus datang ne ?
Mimpilah yang indah, sesekali kau harus memimpikan aku, bahkan setiap hari kalau perlu hehehe
Annyeong,, saranghaeyo ❤
*Bebek besarmu :D* “

“sepertinya dia sudah tidur, baiklah aku juga harus tidur “ gumamku lalu mengangkat selimutku
Sandeul Pov End
Hae Min Pov
2 minggu ini benar2 tidak ada pesan teks atau apapun tentangnya
“aku rasa ini sudah benar2 berakhir” ujarku
“baiklah junghwan- ssi jangan pernah memanggilku yeoja mu lagi arraseo ??” teriakku kesal
“Hae Min ah, apa yang kau lakukan ?” tiba2 eomma mengetuk pintu kamarku
“anio eomma” jawabku
“aku hanya frustrasi” tambahku
“mwo ?” tanyanya lagi
“anio eomma, waeyo ?” jawabku
“kau lupa harus menemani james membeli CD ?” tanyanya
“aigooo anak itu lagi -_________-“ ujarku malas
“ne eomma, aku siap2 dulu” jawabku padanya
Setelah berganti pakaian aku langsung keluar
“kau memakai baju seperi ini ?” tanya eomma saat melihatku
“wae ?”
“anio, kau hanya terlihat tomboy”
“aiish eomma, kalau memang dia mencintai aku, dia harus menerima ku apa adanya ne..?”
“baiklah hati2 di jalan..” jawabnya
‘bebek itu saja tak pernah berkomentar..’ gumamku dalam hati
“apa kau menunggu lama ?” tanyaku padanya
“tidak” jawabnya
“Kita kemana ?” Lanjut Tanyanya
“ke hotracks saja, tempat itu cukup bagus, sebenarnya tak ada tempat yang buruk” ujarku lalu mulai mengemudi

@Hotracks
“CD apa yang ingin kau beli ?” tanyaku
“entahlah aku masih belum memikirkannya” jawabnya
Aku mengelilingi tempat itu tiba2 dia menarikku
“kemarilah, adikku sangat menyukai boyband korea lagu apa yang bagus ?”
“adikmu menyukai boyband korea ?” tanyaku
“iya, dia bahkan mempelajari bahasa nya”
“kau tau sahabatku benar2 pencinta Kpop tidak semua hanya beberapa yang dia kenal sebenarnya”
“benarkah ? ajari aku beberapa bahasanya”
“kata apa ?”
“hmm cinta ?”
“saranghae..” jawabku
“Hae Min..” tiba2 seseorang memanggilku

[TO BE CONTINUE]